Kabar Tokoh
Ferdinand Minta Bawaslu Usut Koreksi Jari saat IMF, Begini Sanggahan dari Luhut Binsar Pandjaitan
Ferdinand Hutahaean meminta Bawaslu mengusut video viral Luhut Binsar dan Sri Mulyani, namun Luhut memberi sanggahan.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Viralnya video soal koreksi jari yang dilakukan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat penutupan IMF World Bank menuai polemik, Minggu (14/10/2018).
Dikarenakan, saat koreksi dilakukan, microphone masih menyala, sehingga percakapan mereka terdengar jelas.
Seperti yang dikutip TribunWow.com dari tayangan Kabar Petang TvOne, mulanya Sri Mulyani, bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo turut berpose foto setelah memberikan pidato kesimpulan.
Kelima orang tersebut saling bergandengan tangan sambil melempar tawa.
Namun sebelum pose mereka diabadikan, Luhut Binsar dalam video yang beredar terlihat membenarkan pose dari Christine Lagaerde dan Jim Yong Kim.
Koreksi tersebut mulanya diketahui oleh Sri Mulyani.
"Jangan pakai dua, bilang, not dua not dua," ujar Sri Mulyani sambil tertawa.
• Tunggakan BPJS sampai ke Mejanya, Jokowi: Lah Kok Enak Banget kalau Kurang Minta
Luhut yang berada di samping Lagarde turut menyampaikan pesan Sri Mulyani.
"No, No, Not Two, Not Two," ujar Luhut.
Tak lama kemudian, Lagarde memberikan pose mengangkat dua jari yakni jari telunjuk dan jari tengah atau biasa disebut pose 'peace'.
Sementara Luhut Binsar memberikan pose dengan mengangkat seluruh jarinya.
Perry Wijayanto mengangkat kedua jempolnya.
"We have to be careful on this," ucar Perry menambahi.
Ketika semua kembali ke posisi, Sri Mulyani menghampiri Lagarde.
"Two is for Prabowo, one is for Jokowi," ujar Sri Mulyani.
• Prabowo Subianto Ulang Tahun, Tagar Milad 67 Prabowo dan Doa untuk Prabowo Jadi Trending Twitter
Mendengar perkataan Sri Mulyani, Lagarde memberikan ekspresi terkejut.
"Oooohh," ujar Lagarde.
Video yang tersebar melalui media sosial ini juga mendapatkan komentar dari politisi partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Ferdinand meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memeriksa Luhut dan Sri Mulyani karena dianggap berkampanye yang melibatkan pihak asing.
"Saya minta @bawaslu_RI memeriksa Luhut dan Sri Mulyani karena telah berkampanye secara tdk sah dan melibatkan pihak asing dlm kampanye pilpres.
Ini pelanggaran serius. Lagarde adlh pihak asing dan forum IMF WB itu dibiayai APBN tp digunakan sbg ajang kampanye," kicau Ferdinand melalui Twitter @Ferdinand_Haean, Rabu (17/10/2018).
• Ucapkan Selamat Ulang Tahun, Dahnil Anzar Unggah Video Prabowo Latihan Menyanyi Sewu Kutho

Kicauan Ferdinand Hutahaean (Capture Twitter)
Dituding melakukan kampanye yang libatkan pihak asing, Luhut Binsar angkat suara.
Dilansir dari YouTube TvOneNews, Luhut menampik dirinya terlah memberikan arahan pada Lagarde dan Jim Jong Kim.
"Itu sih, saya bilang kan Indonesia nomor satu, kan dia yang bilang jadi saya bilang begini," ujar Luhut sembari mengangkat telunjuknya.
"Ya dia bilang victory, victory different, hahah trus dia ikut, makanya kami ketawa lepas," tambahnya.
• Tanggapi soal Kampanye Negatif dan Kampanye Hitam, Fadli Zon: Harus Dibedakan
Lihat videonya:
(TribunWow.com/Tiffany Marantika)