Breaking News:

Agenda Presiden

VIDEO: Detik-detik Presiden Jokowi Mendapat Standing Ovation karena Pidato 'Game of Thrones'

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menuai pujian dari para delegasi yang mengikuti serangkaian acara Rapat Tahunan IMF-WB.

Penulis: Hestin Nurindah
Editor: Claudia Noventa
Capture Youtube/Kemkominfo TV
Presiden Jokowi mendapat pujian standing ovation saat menyampaikan pidato sambutan di acara pembukaan Rapat Tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank Group (WBG) yang digelar pada Jumat (12/10/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menuai pujian dari para delegasi yang mengikuti serangkaian acara Rapat Tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank Group (WBG) yang digelar pada (8/10/2018) hingga Minggu (14/10/2018) di Bali.

Pujian itu mereka berikan karena pidato Jokowi yang unik.

Jokowi menganalogikan kondisi ekonomi global dengan cerita drama serial 'Game of Thrones' dalam pidato sambutan di acara pembukaan Rapat Tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank Group (WBG) yang digelar, pada Jumat (12/10/2018).

Presiden ketujuh Republlik Indonesia itu mengibaratkan persaingan ekonomi di negara maju seperti perang 'Game of Thrones.'

Pidato Game of Thrones Jadi Sorotan, HBO Asia Pajang Meme Presiden Jokowi

Jokowi juga mengatakan bahwa 'musim dingin' akan segera datang.

'Musim dingin' yang dimaksud adalah masalah perekonomian dunia yang cenderung tidak stabil.

"Perang dagang semakin marak dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang, negara-negara yang tengah tumbuh juga mengalami tekanan pasar yang besar, dengan banyak masalah perekonomian dunia. Sudah cukup bagi kita untuk mengatakan winter is coming," kata Jokowi.

Dalam serial Game of Thrones, sejumlah great house bertarung hebat satu sama lain untuk merebut kendali The Iron Throne.

"Namun yang mereka lupa tatkala Great Houses, sibuk bertarung satu sama lain mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari utara, seorang Evil Winter, yang ingin merusak dan menyelimuti dunia dengan es dan kehancuran," tambah Jokowi.

Di akhir pidatonya, Jokowi berharap bahwa pertemuan tahunan IMF-WB itu bisa menghasilkan kebijakan moneter yang mampu menyanggah dampak dari perang dagang di tengah-tengah ketidakpastian pasar.

Selain itu, Jokowi juga mempromosikan wisata alam Indonesia kepada para delegasi agar mereka bisa menjernihkan pikiran.

"Saya harap bapak ibu mampu menyerap tenaga dan memetik inspirasi dari indahnya alam Bali dan Indonesia. Untuk menghasilkan kejernihan hati dan pikiran dalam memperbaiki kondisi finansial global," tutup Jokowi dalam pidatonya.

Pidato Game of Thrones Jadi Sorotan, Jokowi Unggah Ilustrasi Dirinya di Samping Kursi Iron Throne

Suara gemuruh tepuk tangan delegasi IMF-WB terdengar memenuhi Hall Bali Nusa Dua Convention Center, Bali ketika Jokowi menutup pidatonya itu.

Saat Jokowi kembali ke tempat duduknya, seluruh tamu hadirin tampak berdiri memberikan standing ovation.

Presiden Jokowi mendapat pujian standing ovation saat menyampaikan pidato sambutan di acara pembukaan Rapat Tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank Group (WBG) yang digelar pada Jumat (12/10/2018).
Presiden Jokowi mendapat pujian standing ovation saat menyampaikan pidato sambutan di acara pembukaan Rapat Tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank Group (WBG) yang digelar pada Jumat (12/10/2018). (Capture Youtube/Kemkominfo TV)

Momen detik-detik Jokowi mendapat standing ovation tersebut dapat disaksikan pada menit ke-13 dalam video yang diunggah oleh channel Youtube Kemkominfo TV, Jumat (12/10/2018) berikut ini.

Menebak Akhir Cerita Game of Thornes di Pidato IMF-WB, Jokowi Khawatirkan Dunia Berakhir Sama

Berikut isi lengkap pidato Jokowi dalam acara pembukaan Rapat Tahunan IMF-WB 2018 yang digelar di Bali:

"Bapak dan ibu sekalian sepuluh tahun yang lalu kita mengalami krisis finansial global, berkat langkah-langkah kebijakan moneter dan fiskal yang luar biasa yang membutuhkan keberanian politik yang besar bapak ibu para pembuat kebijakan telah menyelamatkan depresi global yang waktu itu sudah di depan mata.

Untuk itu, kami menyampaikan selamat atas kesukseksesan bapak ibu dalam mengatasi krisis finansial global tahun 2008.

Setelah 10 tahun berlalu kita tetap harus waspada terhadap meningkatnya resiko dan kesiap siagaan kita dalam mengalami ketidakpastian global, seperti yang disampaikan Ibu Christine Lagarde terhadap masalah yang membayangi perekonomian dunia.

Amerika Serikat menikmati pertumbuhan yang pesat namun di banyak negara mengalami pertumbuhan yang tidak stabil.

Perang dagang semakin marak dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang, negara-negara yang tengah tumbuh juga mengalami tekanan pasar yang besar, dengan banyak masalah perekonomian dunia.

Sudah cukup bagi kita untuk mengatakan winter is coming.

Dalam beberapa dekade terakhir, negara ekonomi maju telah mendorong ekonomi negara berkembang untuk membuka diri dan ikut dalam perdagangan bebas dan keuangan terbuka.

Globalisasi dan keterbukaan ekonomi internasional ini telah memberikan banyak sekali keuntungan.

Baik negara maju maupun berkembang.

Berkat kepedulian dan bantuan dari negara ekonomi maju, negara berkembang mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan perekonomian dunia.

Namun akhir-akhir ini, hubungan antar negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti Game of Thrones.

Balance of power dan aliansi negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan.

Lemahnya kerjasama dan koordinasi telah menyebabkan banyak masalah.

Seperti peningkatan harga minyak mentah dan kekacauan di pasar, mata uang yang dialami negara berkembang.

Dalam serial Game of Thrones, sejumlah great houses, great families, bertarung hebat satu sama lain untuk mengambil alih kendali The Iron Throne.

Perebutan kekuasaan antar para Great Houses itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar seiring perputaran roda, satu Great Houses tengah berjaya sementara House yang lain mengalami kesulitan.

Dan setelahnya, House yang lain berjaya dengan menjatuhkan House yang lainnya.

Namun yang mereka lupa tatkala Great Houses, sibuk bertarung satu sama lain mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari utara, seorang Evil Winter, yang ingin merusak dan menyelimuti dunia dengan es dan kehancuran.

Dengan adanya kekhawatiran ancaman Evil Winter tersebut, akhirnya mereka sadar tidak penting siapa yang menduduki The Iron Throne.

Yang penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan Evil Winter, agar bencana global tidak terjadi, agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak-poranda yang menyengsarakan kita semuanya." (*)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
JokowiPresiden Joko Widodo (Jokowi)Standing OvationGame of Thrones (GOT)Video ViralVideoInternational Monetary Fund (IMF)IMF-World Bank Annual MeetingPertemuan Tahunan IMF-WB 2018Bali
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved