Harga BBM Naik

Presiden Jokowi Batalkan Kenaikan BBM, Wasekjen Demokrat: Di Mana Salahnya?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membatalkan kenaikan bahan bakar minyak (bbm) jenis premium, Rabu (10/10/2018).

YouTube/Kompas TV
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik saat menghadiri Sapa Indonesia Pagi 

Sementara dikutip TribunWow.com dari Tribunnews, menurut staf khusus Presiden, Jokowi memiliki tiga alasan membatalkan kenaikan bbm premium tersebut.

"Presiden selalu menghendaki adanya kecermatan di dalam mengambil keputusan, termasuk juga menyerap aspirasi publik," kata ‎Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika dalam pesan singkatnya, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

‎Soal kebijakan harga BBM, kata Erani, ada tiga poin yang menjadi bahan pertimbangan Presiden Jokowi dalam memutuskan.

"Pertama, Presiden meminta Kementerian ESDM menghitung secara cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca migas secara keseluruhan," ujar Erani.

Kemudian, poin kedua yaitu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diminta menganalisis kondisi fiskal secara keseluruhan agar setiap kebijakan yang dikeluarkan, termasuk harga BBM, tetap dalam koridor menjaga kesehatan fiskal.

"Ketiga, memastikan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil. Demikian pula fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar," papar Erani.

Diketahui, sekitar pukul 17.46 WITA, Jonan mengumumkan kalau harga BBM jenis premium akan dinaikkan, namun tidak sampai satu jam setelah diumumkan rencana tersebut langsung dibatalkan kembali oleh Jonan. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved