Breaking News:

Pilpres 2019

Dahnil Anzar Sebut Politisi Muda Hanya Bermodal HP, Dedek Prayudi: Mungkin Itu dalam Koalisi Anda

Pernyataan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan capres Prabowo Subianto, Dahnil Anzar mendapatkan sanggahan dari jubir PSI, Dedek Prayudi.

Kolase Twitter @dahnilanzar/@Uki23
Dahnil Anzar dan Dedek Prayudi 

TRIBUNWOW.COM - Pernyataan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar mendapatkan sanggahan dari jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi.

Mulanya, Dahnil Anzar mengatakan jika politisi muda terbiasa berpolitik dengan hp dan 'ngafe'.

Menanggapi hal tersebut, Dedek Prayudi pun menjawab melalui Twitter miliknya, @Uki23, Senin (8/10/2018).

Ia mentautkan foto dirinya yang berada di antara kerumunan warga.

Para warga juga terlihat mengajungkan kedua telunjuk di tangannya dengan isyarat PSI nomor 11.

Selain itu, pada foto lain juga terlihat Dedek sedang berbicara di antara kerumunan warga yang duduk secara lesehan.

"Mas @Dahnilanzar, saya politisi muda.

Statement anda soal politisi muda hanya bermodalkan HP mungkin merujuk kepada politisi muda dalam koalisi anda.

Ini lah beberapa foto ketika saya turun ke masyarakat, menyerap aspirasi mereka. Salam anti hoaks!," kicau Dedek Prayudi.

Media Asing Soroti Perekonomian Indonesia, Dahnil Anzar dan Rachland Nashidik Beri Tanggapan

 

Sementara itu, pernyataan Dahnil Anzar terkait politisi muda yang gunakan hp dan 'ngafe' ia sampaikan usai bertemu dengan wakil presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).

Ia menyampaikan pada Jusuf Kalla kondisi politik saat ini yang dipenuhi oleh politisi baperan.

Baperan yang ia maksud adalah politisi yang diisi anak-anak alay.

"Saya sampaikan pada Pak JK sekarang kondisi politik menurut bahasa kami anak muda kan enggak asik. Karena politik kita dipenuhi politisi baperan," ujarnya Dahnil Anzar yang dikutip dari Kompas.com.

"Maksudnya adalah politisi yang diisi para anak-anak alay yang kemudian meributi sosmed kita dan tidak terbiasa dengan aktivisme tapi politik yang terbiasa dengan HP dan 'ngafe'," sambung dia.

Menurut Dahnil, akibat ketidakdewasaan para elite partai politik itu, media sosial justru menjadi bising.

Bukan karena debat politik dengan gagasan dan ide, namun justru dengan kata-kata yang menyudutkan pribadi orang lain.

Dedek Prayudi Singgung soal Mangkir dari Panggilan Polisi: Proses Hukum adalah soal Pembuktian

Kondisi itu dinilai sangat mengkhawatirkan, sebab para pendukung atau simpatisan politik bisa tersulut dan menimbulkan kericuhan pada tingkat masyarakat.

"Akan berbahaya kalau argumentasi dan kontestasi politik itu melibatkan gerombolan, melibatkan massa," kata dia.

Sebelumnya, Dahnil mengaku meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menjadi penengah dua kubu yang akan berhadapan di Pilpres 2019 yakni kubu Jokowi dan Prabowo.

Kalla dinilai sosok yang tepat dan mampu meredakan panasnya situasi akibat implikasi sikap para elite politik di media sosial.

Sebab tokoh yang relatif bisa diterima oleh semua kalangan, mulai kelompo Islam, nasionalis, dan pengusaha. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Dahnil Anzar SimanjuntakDedek PrayudiPartai Solidaritas Indonesia (PSI)Pilpres 2019
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved