Kabar Tokoh

Fadli Zon Kirim Pertanyaan Terbuka ke Lagarde soal Manfaat Pertemuan IMF-World Bank bagi Indonesia

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanyakan secara langsung manfaat pertemuan IMF-World Bank bagi Indonesia kepada Direktur IMF Christine Lagarde.

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Fadli Zon 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menanyakan secara langsung manfaat pertemuan IMF-World Bank bagi Indonesia kepada Direktur IMF Christine Lagarde.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @fadlizon yang diunggah pada Minggu (7/10/2018).

Fadli Zon menuliskan jika Indonesia telah mengalokasikan biaya sekitar 66 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertemuan itu.

Wakil Ketua Umum Gerindra ini kemudian menanyakan manfaat dari pertemuan tersebut bagi Indonesia, terutama di tengah bencana yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah.

"Yth @Lagarde , pemerintah Indonesia mengalokasikan sekitar USD 66 juta untuk pertemuan tahunan IMF / WB. Apa manfaatnya bagi kita orang Indonesia? Terutama saat malapetaka di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat seperti saat ini," kata Fadli Zon dalam bahasa Inggris.

Menkeu SBY, Chatib Basri Akui Pertemuan IMF-World Bank Diajukan Tahun 2014: Bukan untuk Tambah Utang

Sementara itu, Direktur IMF yang saat ini sudah berada di Indonesia itu belum memberikan jawaban.

Terakhir, Lagarde mengunggah cuitan mengenai ancaman ekonomi global.

Dalam cuitannya, Lagarde mengatakan jika perubahan iklim juga ancaman bagi ekonomi global.

Ia mengunggah foto dirinya ketika berkontribusi dalam penanaman terumbu karang di Nusa Dua Bali.

"Perubahan iklim merupakan ancaman bagi ekonomi global.

Kami telah melihat dampak ekonomi dan kebijakan yang diidentifikasi untuk membantu meningkatkan kelestarian lingkungan.

Hari ini kita juga berkontribusi dengan bekerja sama dengan Nusa Dua Reef Foundation untuk mengembalikan #TerumbuKarangIndonesia," tulisnya.

Fahri Hamzah Minta Jokowi Tinjau Lagi Omongannya soal Pencairan Dana Rp 50 Juta untuk Warga Lombok

Sebelumnya, ia mengunggah momen saat dirinya tiba di Indonesia pada Jumat (5/10/2018) lalu.

Dalam video yang diunggahnya, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tampak menyambut langsung Lagarde.

Christine Lagarde juga mengucapkan simpatinya untuk para korban bencana di Indonesia.

Ia mengatakan apabila IMF berdiri bersama rakyat Indonesia.

"Saya disambut hangat hari ini oleh Menteri Luhut dan timnya ketika saya tiba di # Indonesia untuk # IMFMeetings . Saya menyatakan simpati saya kepada mereka yang terkena dampak bencana alam baru-baru ini — dan menegaskan kembali bahwa IMF berdiri bersama rakyat Indonesia," ungkap Lagarde.

Diberitakan sebelumnya, pertemuan IMF-WB di Bali sempat menjadi kontroversi lantaran besaran biaya yang digelontorkan pemerintah untuk acara tersebut di tengah bancana yang kini melanda Lombok, Palu, dan Donggala.

Sejumlah tokoh pun menyebut apabila pemerintah hanya menghamburkan uang hingga meminta pemerintah membatalkan pertemuan tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon pada Jumat (28/9/2018) , di mana ia menilai tidak ada urgensi dalam pertemuan itu.

"Event Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 yg akan berlangsung di Bali awal Oktober nanti menunjukkan pemerintah telah gagal menjawab pertanyaan publik atas urgensi Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan event mahal tersebut.

Pemilihan Indonesia sbg tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 bukanlah bentuk penghargaan, krn kita mengajukan diri melalui bidang proposal.

Masalahnya, apa urgensinya kita mengajukan diri jadi tuan rumah event mahal tsb? Ini agak berbeda dengan penyelenggaraan Asian Games atau Olimpiade yg jelas manfaatnya.

Sejauh ini pemerintah hanya bicara ttg dampak terhadap pariwisata Bali dan sekitarnya saat berbicara tentang acara tersebut. Menurut saya itu jawaban yg dangkal.

Biaya teknis event tsb menyedot anggaran sekitar Rp. 1 triliun, sementara biaya yg harus dikeluarkan negara untuk membangun infrastruktur pendukung mencapai Rp4,9 triliun.

Kalau hanya untuk mempromosikan pariwisata Bali, atau Indonesia, itu jelas biaya promosi yang sangat mahal dan tak masuk akal.

Sy menilai, kecuali untuk kepentingan prestise bbrp elite di pemerintahan, pemerintah sebenarnya tak punya target yang jelas atas event yg menyedot anggaran hampir Rp 6 triliun tsb."

Senada dengan Fadli Zon, politisi Demokrat Zara Zettira melalui akun Twitternya (@zarazettirazr) pada Minggu (30/9/2018) pun setuju jika pertemuan itu dibatalkan.

Menurutnya, negara lain akan mengerti kondisi Indonesia.

"Saya pribadi setuju. Bencana-bencana datang tak terduga.

Jika IMF dibatalkan saya rasa negara-negara lain pun akan MEMAHAMI urgency pemerintah Indonesia pada #Lombok dan #Palu @fadlizon," tulis Zara Zettira.

 

Berbeda dengan keduanya, Calon Wakil Presiden (cawapres) Sandiaga Uno mengatakan apabila pertemuan IMF-WB tidak perlu dibatalkan, namun harus dihemat.

“Saya rasa tidak peru sampai batal ya, tapi cobalah untuk berhemat. Acara seperti itu bisa tetap dilangsungkan dengan cara sederhana. Misalnya, jamuan makanannya disederhanakan, minum air putih, makanan dari nasi ulam, warung nasi wardani," tutur Sandiaga Uno seusai mengunjungi Ponpes Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur, Sabtu (6/10/2018), dikutip dari Warta Kota.

"Saya rasa para peserta pertemuan juga akan mengerti kesederhanaan ini, karena kita masih prihatin dengan bencana Lombok, Palu, Donggala, dan Gunung Soputan,” sambungnya.

Di sisi lain, Menko Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jika pertemuan IMF-Bank Dunia adalah ajang untuk membuktikan bahwa pemerintah Indonesia mampu mengelola negara dengan baik di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu sekalipun.

"Saya enggak mau main-main. Saya ingin bahwa ini bukan hanya soal penyelenggaraan, tapi menunjukkan kepada dunia kalau Indonesia bisa mengatur dengan baik dalam keadaan ekonomi dunia situasi begini, kita bisa (membuat) semua berjalan dengan bagus, dan itu bisa kita lakukan kalau kita bersama-sama,” ujar dia, dikutip Kompas.com, Jumat (5/10/2018).

Dikutip laman resmi Bank Indonesia (BI), IMF-World Bank Annual Meetings (AM 2018) akan digelar di Bali pada 8-14 Oktober 2018.

Pertemuan ini merupakan pertemuan terbesar dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan, yang menghadirkan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota.

Tak hanya itu, sektor privat, para akademisi, Non Goverment Association (NGO), serta media juga akan hadir pada pertemuan ini.

Total peserta AM 2018 ini diperkirakan mencapai 32 ribu orang.

Dalam pertemuan tersebut, turut diselenggarakan pula beberapa event lain, misalnya seminar, investment forum, Focus Group Discussion (FGD), workshop, dan cultural events.

Pertemuan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi Indonesia.

Khususnya dalam peningkatan cadangan devisa, perdagangan dan investasi, pariwisata. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved