Gempa Bumi
Kementerian ESDM Angkat Bicara soal Berita Hoaks Pasca Gempa: Tidak Benar Palu akan Tenggelam
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar angkat bicara soal kabar hoaks yang menyebut Kota Palu akan tenggelam.
Penulis: Hestin Nurindah
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar angkat bicara soal kabar hoaks yang menyebut Kota Palu akan tenggelam.
Melansir tayangan Breaking News Kompas TV, Kamis (4/10/2018), Rudy mengatakan kabar 'Palu akan tenggelam' pasca gempa dan tsunami adalah berita yang tidak berdasarkan fakta atau berita bohong.
• UPDATE Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah, BNPB: Masih Ada 113 Korban Hilang
Rudy menjelaskan bahwa memang akan terjadi pergerakan tanah atau likuifaksi pasca gempa dan tsunami Palu.
Namun, proses pergerakan tanah itu tak akan membuat Palu tenggelam.
Rudy juga menjelaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi terjadi gempa yang beragam.
Rudy juga menyebut Pulau Kalimantan adalah salah satu wilayah dengan potensi gempa terendah.
Meski demikian, Rudy mengatakan bahwa seluruh wilayah Indonesia masih aman untuk ditinggali.
Di akhir tayangan tersebut, Rudi mengimbau masyarakat agar cerdas memilah informasi di media sosial.
• Cerita Anak Gempa Palu yang Ingin Ikut Jokowi: Mama Sudah Meninggal, Saya Tak Boleh Nangis
Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengunggah sebuah video yang menunjukkan fenomena munculnya lumpur dari permukaan tanah pasca gempa yang mengguncang beberapa daerah di Sulawesi Tengah.
• Satelit Tunjukkan Foto Perbedaan Wilayah Palu sebelum dan setelah Terjadi Bencana Gempa Tsunami
Video tersebut diunggahnya melalui melalui laman Twitter-nya, @Sutopo_PN, Minggu (30/9/2018).
Sutopo mengatakan, fenomena itu terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Dalam penjelasannya, munculnya lumpur dari permukaan tanah itu menyebabkan amblasnya bangunan dan pohon.
Fenomena yang bernama likuifaksi (liquefaction) itu merupakan perubahan tanah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan.
"Munculnya lumpur dari permukaan tanah yang menyebabkan amblasnya bangunan dan pohon di Kabupaten Sigi dekat perbatasan Palu akibat gempa 7,4 SR adalah fenomena likuifaksi (liquefaction) Likuifaksi adalah tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan," kicau akun @Sutopo_PN. (*)