Breaking News:

Gempa Bumi

Ruhut Sitompul Sebut Tak Perlu Usulkan Stastus Bencana Nasional untuk Palu dan Donggala

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ruhut Sitompul angkat bicara terkait bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah.

Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ruhut Sitompul 

TRIBUNWOW.COM - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ruhut Sitompul angkat bicara terkait bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah.

Hal ini disampaikan Ruhut Sitompul melalui akun Twitternya @ruhutsitompul, Selasa (2/10/2018).

Ruhut menyebut tidak perlu mengusulkan status gempa dan tsunami menjadi bencana nasional.

Hal ini lantaran menurutnya pemerintah dan Presiden RI Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla telah melakukan penanganan yang dinilai lebih dari bencana nasional.

Baru Pertama Alami Bencana Besar, Istri Pasha Ungu: Kami di Sini Benar-benar Berduka

"Jangan dicontoh mereka-mereka apabila terjadi Gempa & Tsunami mendadak Menjadi Orang Pintar mengenai Bencana, 'Usul Bencana Nasional di Sulteng Palu & Donggala tidak perlu yang pasti Pemerintahan Pak JOKOWI & Pak JK sudah melakukan Lebih dari Bencana Nasional penanggulangannya' MERDEKA," tulis Ruhut dalam akun Twittenya.

Unggahan Ruhut Sitompul pada Twitter
Unggahan Ruhut Sitompul pada Twitter (Twitter @ruhutsitompul)

Pada unggahan sebelumnya, Ruhut juga meminta agar tidak ada pihak yang mendramatisir bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah.

"Rakyat Indonesia Berduka atas Musibah Gempa & Tsunami Sulteng Palu & Donggala juga Negara-negara di Dunia ikut Berduka 'Aku mohon tolong jangan ada yang Mendramatisir bencana ini karena beberapa dari mereka yang Bermasalah degan Hukum merasa Dizolimi” #2019 Tetap Pak JOKOWI 1X Lagi MERDEKA," tulis @ruhutsitompul.

Apresiasi Jokowi yang Cepat Tanggap Hadapi Bencana Alam di Sulteng, Cak Imin: Hormat Saya Pak

 

Unggahan Ruhut Sitompul pada Twitter
Unggahan Ruhut Sitompul pada Twitter (Twitter @ruhutsitompul)

Korban Bencana

Korban gempa serta tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah yang telah berhasil dievakuasi terus bertambah.

Diberitakan dari TribunTimur, Kapendam XIII Merdeka Kolonel Inf Muhammad Thohir menyampaikan data terbaru dari korban bencana.

Hingga Senin (1/10/2018), korban meninggal yang berhasil dievakuasai berjumlah 925 orang.

Sedangkan jumlah pengungsi sebanyak 59.450 yang berada di 109 titik pengungsian.

"Sementara luka-luka sebanyak 799 jiwa. Sementara untuk korban yang hilang sebanyak 99 jiwa," ujar Thohir.

Fahri Hamzah Tulis Surat Terbuka untuk Jusuf Kalla dan SBY soal Penanganan Gempa dan Tsunami

Korban yang masih tertimbun disebutkan sebanyak 152 orang.

"Sementara rumah rusak sama dengan kemarin 65.733," tutur Thohir.

Terdapat perubahan data terkait penguburan massal akan dilakukan dengan jumlah 53 jenazah.

Berdasakan laporan yang masuk si posko utama, sebanyak 140 jenazah telah siap untuk dimakamkan.

"Salah satu lokasi paling banyak korban meninggal dievakuasi yakni di Pantai Talise. Malah di Petabo dan Balaroa itu masih banyak belum kita evakuasi dan besok dilanjutkan jam 7," jelas Thohir. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

Tags:
Ruhut SitompulGempa dan tsunami PaluBencana Nasional
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved