Gempa Bumi
Dedek Prayudi Tanggapi Cuitan Dahnil Anzar: Perbedaan Pendapat Itu Biasa
Juru Bicara Bidang Kepemudaan Partai Solidaritas Indonesia Dedek Prayudi menanggapi Cuitan Dahnil Anzar
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, menanggapi cuitan dari Dahnil Anzar, Koordinator Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitternya, @Uki23, mengatakan bahwa dirinya menghormati perbedaan pendapat dengan Dahnil Anzar, terkait respons tanggap darurat yang dilakukan oleh pemerintah.
• Terkait Penjarahan Toko di Palu Pasca Gempa dan Tsunami, Faldo Maldini: Sanksi yang Bandel!
Namun, Dedek mengatakan bahwa statemen Dahnil Anzar yang menyebut pemerintah melakukan pencitraan merupakan sesuatu yang nyinyir dan keji.
“Saya sangat menghormati mas Dahnil. Perbedaan pendapat tentang respon tanggap darurat itu biasa. Tapi menyebut pemerintah melakukan pencitraan politik hanya karena berbeda pendapat tentang metode respon tanggap darurat adalah sesuatu yang nyinyir dan keji,” tulis @Uki123.
• Sejumlah Genset Dikirim ke Palu, Pertamina Supply Solar untuk Hidupkan Listrik Pasca Gempa Sulteng
Sebelumnya, Dahnil Anzar mempertanyakan kenapa pemerintah menyatakan ketidakmampuan menangani bencana yang terjadi di Indonesia.
Dahnil menyarankan agar pemerintah menetapkan tragedi yang ada di Lombok, Palu dan Donggala sebagai status bencana nasional.
Tujuannya, agar dunia internasional bisa banyak membantu Indonesia menangani bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu-Donggala.
Dahnil mengatakan bahwa hal ini tentang kemanusiaan bukan tentang citra politik jelang pilpres.
"Demi kebaikan semua, knp tidak Pemerintah menyatakan ketidakmampuan menangani semua. Lombok saja belum tuntas, maka nyatakan palu, donggala, lombok sbg bencana nasional, dan dunia internasional akan banyak membantu. Ini tentang kemanusiaan bukan citra politik jelang pilpres," tulis @Dahnilanzar.
• Tindak Lanjuti Arahan Jokowi, Menteri PUPR Kerahkan Alat Berat untuk Evakuasi Korban Gempa Palu
Sementara itu, dilansir Kompas.com (1/10/2018), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan tidak ada rencana penetapan gempa dan tsunami di Palu-Donggala sebagai bencana nasional.
Menurut Luhut, penanganan musibah oleh pemerintah yang terjadi di Palu dan Donggala sudah lebih dari bencana nasional.
"Ya enggak perlu lah, karena penanganannya sudah lebih dari bencana nasional," ujar Luhut di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (1/10/2018).
Luhut menjelaskan bahwa alat berat sudah masuk daerah bencana dan juga arus listrik dan telepon secara bertahap sudah mulai menyala kembali.
Tidak hanya itu, pasokan makanan dari Makasar sudah diangkut oleh TNI menggunakan herkules dan juga rumah sakit angkatan laut di KRI Sudarsono sudah pergi ke Palu.
"Yang saya tahu tadi dari Basarnas, Pangdam, dan Satgas BNPB di sana, alat berat sudah mulai terus masuk, kemudian listrik sudah mulai hidup, telepon juga sudah bertahap hidup, makanan sudah mulai ada oleh TNI diangkut via udara dari Makassar pakai Hercules dan rumah sakit angkatan laut di KRI Sudarsono juga sudah ke sana. Jadi saya pikir overall penanganan oleh pemerintah sudah sangat cepat," jelas Luhut. (TribunWow.com/Gigih Prayitno)