Pilpres 2019
Yenny Wahid Dukung Jokowi-Ma'ruf, Rachland Nashidik: Semoga Jadi Momen Baik bagi PKB
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik turut menanggapi dukungan Yenny Wahid untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.
Penulis: Vintoko
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik turut menanggapi dukungan Yenny Wahid untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
Hal ini disampaikan Rachland Nashidik melalui akun Twitter-nya, @RachlanNashidik, Kamis (27/9/2018).
Rachland Nashidik mengatakan, Yenny Wahid merupakan sahabatnya walau sekarang sudah berbeda pilihan politik.
• Jokowi Mengaku Tak Terkejut dengan Keputusan Yenny Wahid Dukung Dirinya
Lantas, ia mengkaitkan dengan sikap Partai Demokrat yang berhubungan baik dengan kadernya meski ada pilihan politik yang berbeda.
"Yenny Wahid adalah sahabat saya. Perbedaan pilihan politik bukan saja bagian dari demokrasi, namun juga tak bisa menggoyahkan hubungan baik kami. Begitu juga sikap Partai Demokrat terhadap sahabat-sahabatnya yang dalam perjalanan waktu bisa saja memilih haluan berbeda," tulis Rachland.
Lebih lanjut, Rachland mengaku gembira karena Yenny Wahid dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi satu haluan politik.
Dirinya berharap, hal ini bisa menjadi momen baik bagi PKB.
• Jubir Prabowo-Sandiaga Akui Tak Kaget dengan Keputusan Yenny Wahid Dukung Jokowi-Maruf Amin
Demokrat, kata Rachland, akan selalu mendukung dan menjadi sahabat bagi PKB dalam memajukan Demokrasi.
"Saya gembira @yennywahid dan @cakimiNOW berada dalam satu haluan politik. Semoga ini menjadi momen yang baik bagi PKB karena kemajuan Partai Politik adalah kabar baik bagi demokrasi. Partai Demokrat akan selalu mendukung dan menjadi sahabat bagi PKB dalam memajukan demokrasi"
"Saya bercermin pada Voltaire dalam menyikapi sahabat-sahabat yang mengambil pilihan politik berbeda. Saya tak bersetuju dengan mereka, namun membela hak mereka untuk mengambil pilihan politiknya sendiri. Saya tahu, begitulah juga sikap Partai Demokrat."
"Politik secukupnya. Persahabatan selebihnya," tulis Rachland Nashidik.
Senada dengan Rachland Nashidik, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief juga mengatakan dukungan Yenny Wahid ke Jokowi-Maruf akan berdampak baik bagi PKB.
"Dukungan Yenny Wahid ke Jokowi bukan persoalan bagi partai demokrat. Kami menghormati.
Soal bersatunya Yenny Wahid dengan PKB cak Imin Kami doakan membawa kebaikan. Partai Demokrat adalah Sahabat baik Gus Dur dan PKB," kicau Andi Arief, Kamis (27/9/2018).

Kicauan Andi Arief (Capture Twitter)
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/9/2018), keluarga almarhum Gus Dur menyatakan dukungan politik kepada pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019.
Deklarasi dukungan dibacakan oleh putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid di rumah pergerakan politik Gus Dur, Jalan Kalibata Timur I No 12, Kalibata, Jakarta Selatan.
"Dengan mengucap bismillahirahmanirohim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 01. Bismilah Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia," ujar Yenny.
Yenny memastikan dukungan tersebut merupakan sikap politik dari keluarga Gus Dur.
"Keluarga Gus Dur saya wakili sikap politiknya. Sikap politik sudah diamanatkam kepada saya," jelas Yenny.
• Mewakili Keluarga Gus Dur, Yenny Wahid Dukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019
Meski demikian, Yenny menegaskan jika ibunya, Sinta Nuriyah Wahid akan memilih bersikap netral di Pilpres 2019.
Yenny menuturkan, meski dirinya mewakili keluarga Gus Dur, Ibunya tidak turut menyatakan sikap karena merupakan ibu negara.
"Ibu saya tidak ikut-ikutan, beliau ibu bangsa, beliau tugasnya lebih berat dibanding memilih presiden, karena ia bertugas menjewer yang bandel dari kedua kubu," tambahnya.
Yenny juga menuturkan, Indonesia saat ini membutuhkan sosok pemimpin seperti Gus Dur.
Pemimpin yang bisa memahami seluruh warga negara harus dipenuhi hak dan kewajiban dasarnya tanpa membeda-bedakan.
"Pemimpin yang sederhana cara berpikirnya, bahwa bangsa ini harus dipenuhi hak dan kebutuhan dasarnya untuk hidup sejahtera," ujar Yenny.
Yenny menjelaskan, pemimpin yang dipilih dapat menghadirkan keadilan sosial bagi kelompok masyarakat yang selama ini tidak diperhatikan.
Jokowi dinilai mampu menghadirkan layanan pendidikan, kesehatan dan konektivitas untuk masyarakat yang dulunya tidak terjamah. (TribunWow.com/ Rekarinta Vintoko)