Breaking News:

Gejolak Rupiah

Suku Bunga The Fed Naik, Sri Mulyani: Indonesia Tak Seperti Argentina yang Perlu Ganti Kebijakan

Sri Mulyani menyebut pemerintah telah mempersiapkan dengan baik terkait dampak yang akan ditimbulkan dari kenaikan suku bunga The Fed.

Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Lailatun Niqmah
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Sri Mulyani Indrawati - Menteri Keuangan Indonesia 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan tanggapan terkait kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.

Dilansir TribunWow.com dari Kontan.co.id, Sri Mulyani menuturkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan dengan baik terkait dampak yang akan ditimbulkan dari kenaikan suku bunga The Fed.

Menurutnya, kenaikan suku bunga The Fed memang akan berdampak pada negara emerging market  (negara-negara berisiko) seperti Indonesia.

Dampak tersebut di antaranya adalah berpindah haluannya investor global dari emerging market ke aset yang dinilai aman seperti dolar AS.

“Semalam The Fed naikkan suku bunga acuan. Ini membawa impact ke emerging market karena selama ini emerging market menikmati longgarnya kebijakan moneter AS,” ujar Sri Mulyani dalam pertemuan kamar dagang AS, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Analis Sebut IHSG akan Dikendalikan Nilai Tukar Rupiah dan Sentimen Kenaikan Suku Bunga The Fed

Sri Mulyani menyebut, kenaikan suku bunga The Fed merupakan pertanda era baru perekonomian dunia.

Sebelumnya AS memiliki suku bunga acuan nol persen.

Namun seiring dengan pertumbuhan ekonomi di AS, suku bunga acuan dinaikkan kembali.

“Dengan demikian ini adalah ‘normal baru’ atau new normal yang kami antisipasi,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menyebut Indonesia berbeda dengan Argentina yang mengalami kesulitan saat ada tekanan.

“Anggaran Indonesia sehat dengan primary balance yang baik. Indonesia tidak seperti Argentina yang saat ini perlu mengganti kebijakan fiskal-nya dengan rekomendasi IMF,” jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani menuturkan, anggaran yang kuat merupakan alat utama untuk menghadapi tekanan global.

Rupiah Kembali Melemah, Pengamat Jelaskan Perbedaan Gejolak Rupiah saat Ini dengan Krisis 1998

Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada kisaran 2 hingga 2,25 persen.

Kenaikan ini disebabkan ekonomi AS yang masih berada dalam perbaikan.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved