Fadli Zon: Tak Heran Kalau Ada yang Mengatakan IMF Sebagai Institut Penderitaan dan Kelaparan

Wakil ketua DPR, RI, Fadli Zon turut menolak keikutsertaan Indonesia pada IMF yang rencana akan diadakan di Bali, Oktober.

Fadli Zon: Tak Heran Kalau Ada yang Mengatakan IMF Sebagai Institut Penderitaan dan Kelaparan
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Fadli Zon 

Tgl 31 Oktober 97, Indonesia menandatangani Letter of Intent/LoI pertama dgn IMF ditandatangani Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad dan Gubernur BI Sudradjad Djiwandono dalam Memorandum on Economic and Financial Policies.

Tgl 1 Nopember 1997, IMF membantu penutupan 16 bank yg diduga adlh bank-bank hasil kolusi (cronyism). Saran penutupan ini dtg dari IMF.

Hasilnya adlh kepanikan dunia finansial kita, terjadi rush dan capital flight.

Di mana-mana barisan antrian orang mengambil uang dri bank.

 

Kepercayaan orang kpd bank runtuh.

Sebagian besar uang lari ke Singapura.

Bersamaan dgn itu cadangan rupiah kita dan mata uang asing di Bank Indonesia (BI) pun merosot.

Tanggal 5 Nopember 1997, IMF menyatakan akan memberikan bantuan berupa utang 10 milyar USD.

Nota Kesepakatan dgn IMF umumnya mencakup: sasaran anggaran berimbang, sasaran2 pengadaan uang n inflasi, kebijakan nilai tukar uang, keseimbangan perdagangan n kebjk perdagangan, reformasi hukum perburuhan, reformasi struktur PNS, privatisasi, nperubahan perundang-undangan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved