Breaking News:

Libatkan 950 Pekerja, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Jeneponto akan Beroperasi Bulan November

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ‎Ignasius Jonan mengungkapkan apresiasi atas cepatnya pembangunan PLTB tersebut.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Twitter/Rustam Ibrahim
Pembangkit Listrik Tenaga Angin 

TRIBUNWOW.COM - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo 72 Mega Watt (MW) yang berlokasi di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan yang melibatkan 950 pekerja akan segera selesai.

Pembangunan PLTB itu disebut telah rampung 96,68 persen dan ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada 21 November 2018 akan beroperasi, dilansir TribunWow.com dari setkab.go.id, Rabu (26/9/2018).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ‎Ignasius Jonan mengungkapkan apresiasi atas cepatnya pembangunan PLTB tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih, ini proyek progressnya baik, penyelesaiannya lebih cepat beberapa bulan dari yang sudah ditargetkan dan juga saya sangat berkesan dengan adanya kerja sama dan kontribusi yang baik dengan masyarakat sekitar,” ujar Jonan.

Tercatat ada sebanyak 950 pekerja yang terlibat dalam pembangunan PLTB.

Yenny Wahid akan Umumkan Dukungan Politiknya di Pilpres 2019 pada Rabu Sore

97 persen pekerja tersebut adalah Tenaga Kerja Indonesia dan tiga persen Tenaga Kerja Asing.

Nantinya PLTB akan memiliki 20 Wind Turbine Generator (WTG) dengan tinggi 133 meter dengan panjang baling-baling 63 meter.

Dengan kapasitas WTG sebesar 3,6 MW, yang beroperasi mengalirkan listrik.

Hingga saat ini, sudah 10 WTG yang sudah terpasang, dan WTG ke-11 sedang dalam pengerjaan.

Nantinya listrik yang dihasilkan PLTB akan dialirkan ke PLN dengan tegangan 150 kilo volt (kV).

Substation yang dari Substation Tolo, dan modifikasi pada substation PLN Jeneponto nanti akan mengalirkan tenaga listrik tersebut.

Bawaslu Rilis Indeks Kerawanan Pemilu, Menko Polhukam Beri Apresiasi

Selain itu, dua unit transformator telah dipasang dengan kapasitas masing-masing 45 Volt Ampere (VA).

Sementara, estimasi produk listrik adalah 198,6 Giga Watt (GW) pertahun, dengan kecepatan angin 6 meter perdetik (m/s) dan capacity factor 30%.

PLTB Tolo juga ditargetkan akan mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 160.600 ton CO2/tahun.

Sebagai informasi, nilai investasi proyek PLTB Tolo adalah sebesar 160,7 juta dolar AS.

Proyek ini telah ground breaking pada 2 Juli 2018.

Penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) PLTB Tolo telah dilakukan pada 14 November 2016, dengan harga jual listrik USD 11,850 sen/ kWh dan kontrak PPA selama 30 tahun. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Tags:
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)Sulawesi SelatanJeneponto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved