Manfaatkan Umbi Ganyong dan Daun Kelor, Siswi MTsN Kota Batu Malang Raih Medali Emas
Juri menilai riset mereka memiliki urgensi dengan program pemerintah dan dunia untuk menurunkan angka stunting.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Batu Malang Jawa Timur berhasil meraih medali emas dalam event International Young Inventor Award (IYIA) ke-5 yang digelar di Bali, Selasa (18/9/2018) hingga Sabtu (22/9/2018).
Dilansir TribunWow.com dari situs Kementerian Agama (Kemenag), Senin (24/9/2018), IYIA adalah ajang riset untuk pelajar yang diadakan dengan skala internasional yang melibatkan 1200 peserta.
IYIA merupakan agenda yang diselenggarakan oleh kerjasama berbagai organisasi inovator.
Mulai dari Indonesian Invention Innovation Promotion Association (INNOPA), The International Federation of Inspection Agencies (IFIA), hingga World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA).
• Son Heung-min Jadi Pemain Asia Termahal Sepanjang Sejarah usai Raih Medali Emas Asian Games 2018
Dalam event tersebut, MTsN Kota Batu Malang mengirimkan 1 tim yang terdiri dari Selvin Ceria Mita Ramadan, Azizah Alif Habibillah, Rosiana Fitri Fadilah, Nova Arifianti Putri, Aprilia dan Nanda Indri Rosita.
Mereka mengambil riset 'Fortifikasi Umbi Ganyong dan Daun Kelor (Granyola-Bar) untuk Mencegah Stunting'.
Selvin menjelaskan, riset ini berawal dari kegalauan terhadap tingginya angka penderita stunting di Indonesia.
Sebagai informasi, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.
“Kami berusaha mencari solusinya untuk pencegahan stunting dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di alam sekitarnya.
Dan bahan yang ada di sekitar tempat kami tinggal adalah Umbi Ganyong dan Daun Kelor (Moringa Oliefiera) atau yang disebut juga miracle tree,” jelas Selvin.
• 3 Zodiak Ini Bukan Roommate yang Baik, Apakah Kamu Termasuk?
Mereka mengkreasikan bahan tersebut dalm bentuk camilan yang mengandung banyak nutrisi, dengan keutamaan kalsium, fosfor hingga protein.
Dalam waktu tiga bulan mereka menguji nilai gizi dan penerimaan konsumen.
Riset mereka kemudaian menghasilkan juara.
Juri menilai riset mereka memiliki urgensi dengan program pemerintah dan dunia untuk menurunkan angka stunting.
Dan juga riset mereka bisa diterapkan dan dikembangkan, serta memiliki nilai tambah bagi potensi produk lokal gayong dan kelor.
Ahirnya mereka berhasil menjadi juara dan mendapatkan penghargaan 1 Gold Medal dan Breakthrough Innovation Award. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/tim-international-young-inventor-award-ke-5-di-bali-dari-mtsn-kota-batu-malang-jatim_20180924_141421.jpg)