Breaking News:

Gejolak Rupiah

Sri Mulyani Jelaskan Kondisi Perekonomian Indonesia Sekarang hingga Perkiraan Pemerintah ke Depan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kondisi perekonomian Indonesia kini setelah menuai banyak polemik.

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Sri Mulyani - Menteri Keuangan 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kondisi perekonomian Indonesia kini setelah menuai banyak polemik.

Hal itu dituliskan Sri Mulyani melalui akun Facebook miliknya, Sri Mulyani Indrawati, Jumat (14/9/2018).

Sri Mulyani mengatakan jika perkembangan ekonomi kini sering terjad perubahan yang cepat secara global.

Perubahan ini dimulai dengan langkah normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat yaitu suku bunga di Amerika Serikat dinaikkan, dan likuiditas dollar Amerika dikurangi atau diperketat.

"Selain itu kebijakan fiskal Amerika juga ekspansif dengan penurunan pajak dan belanja yang meningkat. Ditambah kebijakan perang dagang oleh Presiden Trump kepada Eropa dan China dengan kenaikan tarif barang impor ke Amerika Serikat.

Dampak dari kebijakan di Amerika Serikat dirasakan seluruh dunia dalam bentuk suku bunga dollar meningkat, arus modal ke seluruh dunia terutama ke negara berkembang dan emerging menurun, dan ketidakpastian perdagangan internasional," tulis Sri Mulyani.

Untuk menghadapi situasi global tersebut, Sri Mulyani mengatakan ada 4 aspek yang harus dijaga untuk menjaga stabilitas dan kelanjutan kemajuan perekonomian.

Penjelasan kondisi ekonomi Indonesia saat ini
Penjelasan kondisi ekonomi Indonesia saat ini (kemenkeu.go.id)

 

Bandingkan dengan Yohana Yembise, Jokowi Sebut Menteri Susi Pudjiastuti Aktif dan Galak

Yang pertama adalah aspek sektor riel dengan Indikator pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB).

Kedua, aspek Fiskal, yaitu APBN meliputi penerimaan, belanja negara dan pembiayaan

Ketiga, aspek Moneter serta sektor keuangan, dan keempat, aspek Neraca Pembayaran yaitu keseimbangan eksternal antara perekonomian Indonesia dengan dunia.

Menteri keuangan mengatakan walaupun berada dalam situasi global tersebut, di sisi lain pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini justru sedang mengalami akselerasi setelah mengalami tekanan merosotnya harga komoditas sejak 2015-2016.

Pertumbuhan ekonomi berada pada tingkat 5,17% di semester I 2018 tertinggi sejak 2014 dan tingkat pengangguran berada pada posisi 5,13% (terendah dalam dua dekade) dan tingkat kemiskinan pada 9,8% (terendah dalam dua dekade).

Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet Beri Tanggapan soal Demo Mahasiswa di Makassar yang Dibubarkan Paksa

"Dari sisi fiskal, penerimaan negara di semester I telah mencapai 52,48 % dari target, dengan pertumbuhan penerimaan pajak yang membaik mencapai 14,3% atau lebih tinggi dari pertumbuhan di semester I 2017 yaitu 9,6%.

Realisasi penyerapan belanja negara sampai akhir Juli 2018 mencapai 51,5%, realisasi tranfer ke daerah dan dana desa sebesar 58,6 % dari pagu.

Defisit sampai akhir Juli 2018 sekitar 1,02 persen dan keseimbangan primer positif 46,4 triliun, suatu kemajuan kesehatan APBN yang luar biasa dibanding situasi 3 tahun terakhir.

Konsolidasi fiskal dikakukan untuk meminimalkan dampak lingkungan global terhadap APBN dan meningkatkan ketahanan perekonomian.

Dari sisi moneter, inflasi sangat terjaga pada angka 3,2% di semester I 2018, dengan stabilitas inflasi terjaga selama 3 tahun terakhir dikisaran 3,5%.

Sektor keuangan juga menunjukkan situasi yang stabil dan membaik.

Hal ini tercermin dari tingkat kecukupan modal perbankan (CAR) yang mencapai 22% di triwulan II 2018, tingkat Non Perfoming Loan atau kredit macet yang tetap rendah sebesar 2,7%, dan pertumbuhan kredit mencapai 10,7% yang akan terus membaik.

Secara keseluruhan tahun 2018, rata-rata pertumbuhan kredit diperkirakan berada pada kisaran 10-12%," tulisnya.

Penjelasan kondisi ekonomi Indonesia saat ini
Penjelasan kondisi ekonomi Indonesia saat ini (kemenkeu.go.id)
Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved