Pilpres 2019

Syamsuddin Haris: Mereka yang Pintar Berdebat dalam Bahasa Inggris Belum Tentu Kerja untuk Rakyat

Analis politik LIPI Syamsuddin Haris menanggapi soal usulan koalisi Prabowo-Sandiaga untuk melakukan debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris.

Syamsuddin Haris: Mereka yang Pintar Berdebat dalam Bahasa Inggris Belum Tentu Kerja untuk Rakyat
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Prabowo Subianto dan Joko Widodo di Pilpres 2019 

Yandri menuturkan, pemimpin Indonesia bakal bergaul dan banyak berbicara di forum internasional yang memerlukan penggunaan bahasa Inggris.

Info Pendaftaran CPNS 2018: Syarat dan Berkas untuk Formasi Khusus Papua/Papua Barat

Untuk itu, kata dia, bahasa Inggris di debat capres-cawapres menjadi tak masalah meski di UU tentang Kebahasaan pidato resmi wajib disampaikan dalam Bahasa Indonesia.

"Namun karena presiden bergaul di dunia internasional, supaya tidak ada kesalahan komunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara, ya memang penting juga calon presiden matang dalam menguasai bahasa luar dari bahasa Indonesia itu," ujarnya lagi.

Usulan ini, kata Yandri, mesti dibahas bersama KPU, termasuk soal aturan teknisnya.

Fakta-fakta Bayi Bermata Satu di Mandailing Natal, Kejadian ke-7 di Dunia hingga Tanggapan Para Ahli

Yang pasti, Yandri menuturkan, tim Prabowo-Sandiaga sedang merumuskan usulan model debat yang ditargetkan rampung pekan depan.

Selain bahasa Inggris, tim Prabowo-Sandiaga juga menggagas agar pemaparan kandidat tak dibatasi waktu. (TribunWow.com/ Ananda Putri Octaviani)

Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved