Prabowo Janjikan Pakar Terbaik untuk Atasi Ekonomi Bangsa, Said Didu Berikan Tanggapan
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu memberikan komentar terhadap video yang diunggah bakal calon wakil presiden (bacawapres) Sandiaga Uno melal
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu memberikan komentar terhadap video yang diunggah bakal calon wakil presiden (bacawapres) Sandiaga Uno melalui Twitter.
Pada video yang diunggah Sandiaga, ia bersama bakal calon presiden (bacapres) Prabowo Subianto mengatakan akan memberikan putra-putri dan pakar-pakar terbaik untuk menghadapi kesulitan ekonomi Indonesia.
Menanggapi hal itu, Said Didu berkomentar melalui Twitter miliknya, @saididu, Jumat (14/9/2018).
Said Didu mengatakan untuk mencapai keberhasian ekonomi seperti yang dikatakan Prabowo maka dibutuhkan 3 daya tahan (endurance).
"Yang menentukan keberhasilan kita adalah menempatkan orang2 yg ENDURANCE-nya tinggi.
ENDURANCE seseorang ditentukan oleh : 1) kompetensi, 2) kepribadian, dan 3) value hidup.
Saatnya konsisten terapkan “the right man - the right palce - the right time" tulis Said Didu.

Tweet Said Didu (Capture Twitter @Saididu)
Sementara itu, melalui Twitter miliknya @sandiuno, Sandiaga Uno mengatakan komitmennya dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019 untuk berpihak pada rakyat, Kamis (13/9/2018).
"Saya dan Pak @prabowo komit akan berpihak pada rakyat.
Kami yakin dengan bantuan putra-putri terbaik bangsa yang punya integritas dan kepedulian tinggi akan nasib bangsa, kita mampu memberikan solusi atas segala permasalahan ekonomi di negara ini," tulis Sandiaga Uno.
Dalam video yang ditautkan, ia bersama Prabowo mengatakan pula komitmen untuk menghadapi ekonomi Indonesia yang sedang sulit.
"Assalamualaikum, saya bersama bapak Haji Prabowo Subianto, 7 hari menuju penetapan (capres-cawapres), pak mohon pesannya agar kita semua semangat pak mengahadapi keadaan ekonomi yang sekarang ini ada kekhawatiran lapangan pekerjaan dan harga-harga yang tidak stabil?," tanya Sandiaga pada Prabowo.
"Assalamuaikum, selamat malam saudara sekalian, saya bersama Sandiaga Uno minta mandat dari rakyat, kami yakin kami bisa mengatasi masalah ekonomi bangsa, kami akan kumpulkan putra-putri terbaik dan pakar-pakar terbaik, yang punya integritas yang punya kejujuran, kami yakin kami mampu mengatasi kesulitan ekonomi," ujar Prabowo.
"Mantab, terimakasih Pak Prabowo," jawab Sandiaga.
Sementara itu, terkait masalah ekonomi, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berharap pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno lebih bijak dalam menghadapi persoalan tekanan ekonomi di Indonesia.
"Kedewasaan, wisdom, dan sikap kenegarawanan para calon presiden dan calon wakil presiden sangatlah penting," ujar Hasto dalam keterangan pers, Jumat (7/9/2018) yang dikutip dari Kompas.com.
• Presiden Jokowi Angkat Bicara Perihal Iklan di Bioskop yang Tayangkan Keberhasilan Pemerintah
Menyoroti persoalan kemiskinan misalnya. Hasto menyebut, kubu Prabowo-Sandiaga hanya menyoroti satu sisi saja.
"Kalau rakyat mengalami pemiskinan sebagaimana dituduhkan Prabowo-Sandiaga, lalu bagaimana mereka melihat kemiskinan dan pengangguran berkurang?" lanjut dia.
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa angka kemiskinan di Indonesia mencapai titik terendah pada tahun 2018.
Tercatat, kemiskinan di Indonesia turun jadi single digit di angka 9,82 persen.
Dengan persentase kemiskinan 9,82 persen, jumlah penduduk miskin atau penduduk yang memiliki pengeluaran per kapita tiap bulan di bawah garis kemiskinan, mencapai 25,95 juta orang.
Soal lain, pelemahan rupiah terhadap dolar, misalnya.
Hasto menilai, kubu Prabowo-Sandiaga tidak melihat dari sisi kebijakan pemerintah mengatasi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Padahal, Hasto mengklaim, sebagian besar pengamat ekonomi sepakat bahwa kebijakan pemerintah dalam hal mengatasi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih baik dibandingkan kebijakan negara lain, misalnya Turki dan Argentina.
• Anggota TKN Jokowi-Maruf: Dari Tempe hingga Debat Bahasa Inggris, Kelihatan Tidak Siap Adu Gagasan
"Bahkan, sebagian besar ahli ekonomi juga sepakat bahwa Indonesia jauh dari krisis sebagaimana terjadi tahun 1998" ujar Hasto.
Sebelumnya, Sandiaga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sandi berpendapat, hal itu disebabkan oleh kekeliruan dalam orientasi dan strategi pembangunan ekonomi.
"Antara lain tidak berhasilnya pemerintah dalam mendayagunakan kekuatan ekonomi rakyat sehingga kebutuhan pangan semakin tergantung pada impor seperti beras, gula, garam, bawang putih dan lain-lain," ujar Sandiaga saat membacakan pernyataan sikap di kediaman bakal calon presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat, (7/9/2018) malam.
Selain itu, lemahnya nilai rupiah juga terjadi karena pertumbuhan sektor manufakturing yang berada di bawah pertumbuhan ekonomi. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)