Pilpres 2019
Soal Pernyataan Dedek Prayudi, Gerindra: Salut dengan Kekonsistenan PSI dalam Mencari Sensasi
Partai Gerindra tampak memberikan tanggapan soal pernyataan Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, yang menyindir Prabowo.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Partai Gerindra tampak memberikan tanggapan soal pernyataan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, yang berisi sindiran untuk Prabowo Subianto.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak dari laman Twitter @Gerindra yang diunggah pada Rabu (12/9/2018).
Dalam kicauannya, Partai Gerindra tampak mempertanyakan pernyataan Dedek Prayudi di sebuah media online yang menyebutkan PSI salut dengan konsistensi Prabowo menebar kesesatan.
Partai Gerindra pun tampak me-mention akun Twitter milik Dedek Prayudi, @Uki23.
Partai Gerindra menilaikan sikap Dedek Prayudi yang menyindir Prabowo kurang baik dan tidak sopan sebagai anak muda.
Partai Gerindra bahkan mengulas makna kata pesimisme yang diungkapkan Dedek Prayudi untuk menyindir Prabowo.
Berikut kicauan Partai Gerindra terkait hal tersebut.
"Selamat siang saudara @Uki23.
Admin juga salut dengan kekonsistenan saudara dan para Caleg dari @psi_id dalam mencari sensasi di media sosial."
Sudah tidak ingin sebenarnya admin menanggapi pernyataan-pernyataan dari para Caleg @psi_id yang mengharapkan popularitas dengan merendahkan Pak @prabowo.
Cuma terkadang sikap saudara kurang baik dan tidak sopan sebagai anak muda. @Uki23,

Pesimisme, ketakutan, dan kesesatan.
Akan kita bahas satu per-satu pernyataan saudara tersebut, semoga bisa dicerna dengan baik oleh saudara @Uki23 dan teman-teman @psi_id yang sedang mencari popularitas dan sensasi."
Pertama, 'Pesimisme'.
Sebagai generasi muda tentu kita harus menjadi individu yang selalu optimis untuk menuju suatu pencapaian yang besar.
Tapi jangan juga kita terlalu bodoh untuk tidak menyadari kondisi kita dalam mencapai suatu pencapaian yang besar tersebut. @Uki23.
Sekarang admin ingin bertanya, seberapa optimiskah saudara @Uki23 melihat rezim saat ini dapat mewujudkan Indonesia berdaulat pangan?
Dengan kenyataan kebijakan Pemerintah yang terus membuka keran impor beras, gula, kedelai, dll.
Sebagai generasi muda, terlebih yang ingin duduk sebagai perwakilan rakyat di @DPR_RI tentu saudara harus optimis.
Tapi jangan hanya optimis di dunia maya, saudara harus turun langsung ke tingkat yang paling rendah, ke desa-desa.
Dengarkan dengan baik keluhan para petani kita!
Menilai Pak @prabowo adalah orang yang 'pesimis' adalah kesalahan besar.
Pak @prabowo adalah seorang prajurit tempur, beliau sudah teken kontrak dari umur 17tahun siap mati untuk NKRI.
Jika dia seorang yang pesimis, mungkin dia sudah mati di medan perang. @Uki23
Jika Pak @prabowo adalah seorang yang pesimis, tidak akan mungkin bendera Merah-Putih berkibar di puncak Gunung Everst. @Uki23
Jika Pak @prabowo seorang yang pesismis, tidak mungkin WNA yang disandera oleh gerakan separatis di Papua bisa diselamatkan. @Uki23
Jika Pak @prabowo adalah seorang yang pesimis, tidak mungkin olahraga Pencak Silat yang juga budaya asli Indonesia masuk dalam Asian Games dan menyumbangkan medali emas terbanyak. @Uki23
Admin berharap sudah jelas penilaian saudara @Uki23 yang menyatakan Pak @prabowo adalah seorang yang 'pesimis'. Semoga saudara bisa sadar akan hal tersebut," tulis Partai Gerindra.

Atas unggahan Partai Gerindra tersebut, Dedek Prayudi pun tampak menanggapi dengan menyebutkan apa yang dikicaukan Gerindra tidak menjawab penilaiannya terhadap Prabowo.
"Saya sudah baca kultwit anda, pak admin.
Saya lihat nggak satupun poin anda yang menjawab isi artikel berita tentang penilaianku kepada ketum anda.
Saya doakan suatu saat nanti anda akan lebih paham apa itu 'cohesion' dalam merespon ucapan orang lain," kicau Dedek.

Diberitakan sebelumnya, Dedek Prayudi melalui akun Twitternya menyebut Prabowo Subianto konsisten dalam menebar pesimisme dan ketakukan, terutama menjelang Pilpres 2019.
"Kami salut dengan konsistensi Pak Prabowo dalam menebar pesimisme, ketakutan dan kesesatan, terutama mendekati Pilpres 2019 ini," tulisnya, Minggu (9/9/2018).
Dedek Prayudi pun mengatakan jika berdasarkan data yang ia lihat, saat ini tren pembangunan di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah berada pada jalur yang benar.
Ia pun menyindir Prabowo mengenai hal tersebut.
"Saya tidak yakin Pak Prabowo memahami indikator pembangunan, tapi hampir seluruh indikator ekonomi menunjukkan perbaikan signifikan dan sejalur dengan Pancasila," kata mantan peneliti kebijakan United Nations Population Fund ini dikutip dari Tribunnews.
Dedek Prayudi kemudian membahas mengenai kemiskinan yang turun hingga menyentuh level di bawah 10 persen pada 2018.
"Sedangkan, pengangguran menurun ke level 5,1 persen, terendah sejak era reformasi. Indeks Pembangunan Manusia meningkat diseluruh Provinsi," ujar Dedek Prayudi.
Dedek Prayudi mengungkapkan jika kenaikan paling tajam justru provinsi-provinsi di Timur Indonesia, yang penduduknya hanya 10 persen dari total penduduk Indonesia.
"Kalau hanya mementingkan efek elektoral, ngapain capek-capek membangun Indonesia Timur?" imbuhnya.
Pria yang kerap disapa Uki itu menilai tajamnya kenaikan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia Timur di era Presiden Joko Widodo menunjukkan bahwa pembangunan sedang dijalankan sesuai amanat Pancasila.
"Pak Presiden sedang menjalankan sila ke-5 Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang selama ini cenderung dikesampingkan demi efek elektoral semata. Beliau bukan politisi, beliau adalah negarawan," ujarnya.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto mengatakan jika Indonesia saat ini dalam keadaan terancam lantaran pembangunan tidak sesuai dengan nilai Pancasila.
"Dari semua indikator, kita terancam. Rupiah melemah," ucap Prabowo saat memberi sambutan di acara ulang tahun Djoko Santoso, Sabtu (8/9/2018). (TribunWow.com/ Ananda Putri Octaviani)