Liga Italia
Akhiri Kontroversi, FIGC Putuskan Serie B Liga Italia Digelar dengan 19 Klub Saja
Serie B yang sebenarnya diikuti 22 tim ini berjalan tertatih musim ini karena masalah keuangan yang dialami oleh Bari, Cesena, dan Avellino.
Penulis: Bobby W
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kontroversi terkait bergulirnya liga kasta kedua di Italia, Serie B akhirnya berakhir.
Franco Frattini, presiden dari Komite Olimpiade Italia (CONI) tribunal, akhirnya memilih untuk tidak memperbolehkan penambahan tim pada liga yang telah bergulir dari dua minggu lalu tersebut.
Ya, jalannya awal kompetisi Serie B ini menjadi gaduh karena masalah yang dialami oleh 3 tim pesertanya.
• Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PCPM Bank Indonesia 12 September 2018, Cek Linknya di Sini
Dilansir TribunWow dari ESPN.com, Serie B yang sebenarnya diikuti 22 tim ini berjalan tertatih musim ini karena masalah keuangan yang dialami oleh Bari, Cesena, dan Avellino.
Bari dan Cesena yang pernah berlaga di Serie A, dinyatakan bangkrut sementara Avellino ditolak lisensi operasionalnya oleh FIGC (PSSI-nya Italia) karena kurangnya jaminan keuangan untuk membiayai timnya semusim penuh di Serie B.
Masalah yang dialami 3 tim tersebut pun menyebabkan keberlangsungan Serie B musim 2018/2019 begitu terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelumnya FIGC sempat menyusun rencana untuk menggelar kompetisi playoff yang bisa dibilang begitu mendadak.
Kompetisi ini digunakan untuk menemukan tiga pengganti tim bermasalah tersebut.
• Son Heung-min Jadi Pemain Asia Termahal Sepanjang Sejarah usai Raih Medali Emas Asian Games 2018
Enam klub kemudian mengajukan banding ke CONI untuk mengikuti kompetisi yang ada.
Tim-tim tersebut terdiri dari 4 klub yang terdegradasi dari Serie B musim lalu yakni Virtus Entella, Novara, Pro Vercelli dan Ternana, ditambah Siena dan Catania, yang gagal promosi ke Serie B musim ini karena kalah di fase playoff promosi Serie C.
Mengingat kompetisi dadakan usulan FIGC ini dinilai memiliki risiko mengganggu jalannya kalender persepakbolaan di Italia, sidang dan Musyawarah pun digelar CONI.
Hasil akhirnya, CONI memutuskan Serie B berjalan dengan 19 tim saja untuk musim ini dengan keputusan 3 menolak play-off dbandingkan 2 yang mendukung rencana FIGC tersebut.
Mauro Balata, presiden Serie B pun menyambut baik putusan itu dan mengatakan itu bisa menjadi pengantar perubahan dalam jangka panjang.
"Sekarang, Serie B dapat dengan tenang melanjutkan kompetisi dengan pengurangan jumlah tim, hal ini juga dapat menandakan perubahan sistem tidak berkelanjutan yang telah lama mendera kami karena tidak adanya tuntutan mereformasi diri di FIGC selama ini" katanya.
(TribunWow.com/Bobby Wiratama)