Breaking News:

Agenda Presiden

Kunjungan Jokowi ke Korea Selatan Menghasilkan Kesepakatan Bisnis Rp 91,76 Triliun

BKPM sepakat menjalin kerja sama bisnis dengan Korea Selatan senilai 6,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 91,76 triliun.

Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Instagram/jokowi
Jokowi bertemu dengan empat pemimpin perusahaan besar Korea Selatan di Hotel Lotte, Seoul, Senin (10/9/2018) 

TRIBUNWOW.COM - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sepakat untuk menjalin kerja sama bisnis dengan Korea Selatan senilai 6,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 91,76 triliun (kurs Rp 14.800).

Kesepakatan tersebut merupakan hasil kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Korea Selatan, dilansir TribunWow.com dari Kontan.co.id, Selasa (11/9/2018).

Kunjungan ini bersifat business to business antara sektor swasta Indonesia dan Korea Selatan.

Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong memaparkan, kunjungan Jokowi kali ini menghasilkan penandatanganan 15 nota kesepahaman dan 6 komitmen investasi.

Kunjungi Korea Selatan, Jokowi Foto Bareng Super Junior dan Dapat Hadiah Album Bertandatangan Member

Kesepakatan bisnis dan daftar komitmen investasi dari hasil kunjungan Jokowi terbagi dalam dua kategori.

Untuk total nota kesepahaman business to business nilainya mencapai 5,75 miliar dolar AS.

Sedangkan komitmen investasi total nilainya mencapai 444 juta dolar AS.

Sehingga total kerja sama yang disepakati mencapai 6,19 miliar dolar AS.

Kepala BKPM juga menyambut baik upaya pemerintah untuk meningkatkan kerja sama dan investasi dengan Korea Selatan di sektor-sektor industri utama dan otomotif.

“Tentu saja hal ini harus direspon secara positif, apalagi kerja sama-kerja sama tersebut dapat membidik pasar ASEAN dan Australia. Hal ini harus kita manfaatkan ditambah lagi Indonesia akan punya Free Trade Agreement (FTA) dengan Australia,” jelas Thomas.

Kunjungan Jokowi ke Korea Selatan Hasilkan 6 Kesepakatan yang Berhasil Ditandatangani

Diberitakan sebelumnya, Jokowi menyebut dirinya mengunjungi Seoul, Korea Selatan sebagai kunjungan balasan atas lawatan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In, ke Indonesia pada 2017 lalu.

Hal ini disampaikan Jokowi melalui akun Instagramnya @jokowi, pada Minggu (9/9/2018),

Jokowi menyebutkan, kunjungan ini juga bertepatan dengan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan.

Selain itu Jokowi memaparkan, dalam kunjungan kenegaraannya ke Korea Selatan ini, ia dan Presiden Moon Jae-In akan membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Ia juga menyebutkan akan melanjutkan perjalanannya ke Hanoi, Vietnam untuk kunjungan kenegaraan dan menjadi pembicara dalam World Economic Forum on ASEAN.

Lakukan Kunjungan Kenegaraan, Jokowi Tantang Korea Selatan Bawa Teknologi Terbaru ke Indonesia

"Bertolak menuju Seoul, Korea Selatan, hari ini dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Ini kunjungan balasan atas lawatan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In ke Indonesia tahun 2017 lalu.

Bertepatan dengan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan, saya dan Presiden Moon Jae-In akan membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara, apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Dari Korea Selatan, saya akan melanjutkan perjalanan ke Hanoi, Vietnam, untuk kunjungan kenegaraan dan menjadi pembicara dalam World Economic Forum on ASEAN.

Mohon doa dari seluruh rakyat, semoga perjalanan saya ini membawa berkah dan kemaslahatan bagi Indonesia," tulis Jokowi.

Jokowi Ingin Perusahaan Korea Selatan Tingkatkan Investasi di Indonesia

Diwartakan dari Kompas.com, Sabtu (8/9/2018), Jokowi mengatakan bahwa kunjungan ke Korea Selatan akan diisi dengan pembahasan peningkatan kerjasama kedua negara.

Rencananya kerjasama yang akan dijalin di bidang ekonomi, investasi dan hubungan baik generasi muda kedua negara.

Setelah kunjungan kenegaraan ke Seoul, Korea Selatan, Jokowi akan langsung melanjutkan perjalanan ke Hanoi, Vietnam.

Beberapa pejabat yang mendampingi Jokowi dalam kunjungan kenegaraan tersebut adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong.

Jokowi dan rombongan diagendakan tiba kembali di Jakarta pada 12 September 2018. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

Tags:
Presiden Joko Widodo (Jokowi)Korea SelatanKerjasama Bilateral
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved