Pemerintah China Akan Menurunkan Beban Biaya Pajak untuk Perusahaan
Dalam rangka membenahi permasalahan ekonomi di China, pemerintah China berencana menurunan tarif pajak jaminan sosial yang menjadi beban perusahaan.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Dalam rangka membenahi permasalahan ekonomi di China, pemerintah China berencana menurunan tarif pajak jaminan sosial yang menjadi beban perusahaan di negeri tersebut.
Dilansir TribunWow.com dari Reuters.com, Jumat (6/9/2018), hal tersebut untuk membuat perusahaan China bisa lebih leluasa lagi setelah banyak tertekan akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Li Keqiang, pada hari Kamis (5/9/2018), pemerintah China akan segera mempercepat penelitian tentang bagaimana menurunkan tarif pajak jaminan sosial.
Sebelumnya, peningkatan biaya bisnis menjadi perhatian utama bagi pembuat kebijakan di China.
• Soal Kasus Roy Suryo, Hotman Paris Peringatkan SBY: Ini Menyangkut Nama Baik Bapak, Tolong Diusut
Merujuk pada analisis Bank Dunia, tingkat beban pajak perusahaan di China lebih tinggi daripada di Amerika Serikat.
Pada bulan Juli 2018 lalu pemerintah China berencana menaikkan tarif pajak jaminan sosial.
Namun, hal tersebut menimbulkan kekhawatiran pebisnis China.
Karena hanya 27 persen perusahaan China yang memenuhi persyaratan keamanan sosial dan membayar jumlah yang tepat untuk karyawan perusahaan mereka.
• Live Streaming MotoGP San Marino di Trans7, Pukul 19.00 WIB: Valentino Rossi Terpuruk di Sesi FP
"Pengumuman ini jelas menanggapi kekhawatiran publik baru-baru ini, yang kami anggap positif," tulis ekonom dari Goldman Sachs Macro Economics Research.
China telah mengumumkan banyak langkah tahun ini untuk mengurangi pajak dan biaya, termasuk menurunkan tarif pajak pertambahan nilai pada sektor-sektor seperti manufaktur.
Menteri Keuangan Liu Kun mengatakan kepada Reuters pemotongan pajak dan biaya akan mengalahkan perkiraan pemerintah yakni mencapai lebih dari 1,1 triliun yuan atau 160,8 miliar dolar AS tahun ini. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/bendera-rrc_20180908_193438.jpg)