Breaking News:

Para Tokoh Angkat Bicara mengenai Kurs Rupiah yang Semakin Terpuruk

Sejumlah tokoh memberikan tanggapan terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Penulis: Vintoko
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Melemahnya rupiah terhadap dolar AS 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah tokoh memberikan tanggapan terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Mereka di antaranya, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Ferdinand Hutahaean hingga Suryo Prabowo.

Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dari laman Twitter para tokoh tersebut yang diunggah pada Selasa (4/9/2018).

Rupiah Tembus Rp 15.029 per Dolar AS

Diketahui, nilai tukar rupiah telah menembus angka Rp 15.029 per dolar AS, Selasa malam.

Berikut pernyataan para tokoh atas hal tersebut.

1. Fahri Hamzah

"Bapak presiden yth,
Apakah bapak melihat apa yang saya lihat? Terutama sekarang setelah kurs rupiah terhadap dolar mulai menyentuh angka berbahaya. Apakah bapak tidak merasa seperti mendirikan benang basah? Apakah bapak siap jika krisis datang lagi?
#KursKepastian," tulis Fahri Hamzah melalui akun Twitter-nya, @Fahrihamzah.

Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Ini Perbedaan Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Tahun 1998 dan 2018

2. Fadli Zon

"Pemerintah @jokowi gagal menjaga rupiah dr depresiasi," tulis Fadli Zon melalui akun Twitter-nya, @fadlizon.

3. Ferdinand Hutahaean

"Grafik ini menunjukkan tdk ada penurunan. Artinya bahwa intervensi sdh tak mampu menahan laju Dolar. Atau kah mungkin sama sekali tidak ada intervensi dr BI?

Selamat untuk pak Jokowi atas prestasi ini. Bapak menyamai Soeharto, SBY dulu tak mampu bikin Dolar 15 rb," tulis Ferdinand melalui akun Twitter, @LawanPoLitikJW.

"Kabarnya, Dolar akan terus naik. Benarkah bu Menteri @KemenkeuRI ?
Pak @jokowi bapak kira2 akan bikin kebijakan apa utk menekan nilai tular ini? Sementara The FED juga akan menaikkan suku bunga.

Duhh.. Pilpres bisa ga jadi nih..!!" sambung dia.

4. Suryo Prabowo

"terjadi kehebohan akibat
nilai rupiah semakin merosot
sehingga menembus Rp 15.000/dolar

semoga presiden dan menteri keuangan Indonesia yang selama ini dipuja-puji asing, dapat mengatasi kemerosotan ekonomi kita akibat rendahnya nilai mata uang rupiah," tulis Suryo Prabowo melalui akun Twitter-nya, @marierteman.

Rizal Ramli: Ekonomi Indonesia Sudah Lampu Kuning, Bisa-bisa Setengah Merah

Cuitan Suryo Prabowo
Cuitan Suryo Prabowo (Capture Twitter)

Diberitakan sebelumnya, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS telah menembus angka Rp 15.029, pada Selasa (4/9/2018) malam.

Seperti dikutip TribunWow.com dari laman Kursdollar.net, hingga pukul 19.20 WIB, nilai tukar rupiah kini mencapai Rp 15.029 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Capture/kursdollar.net)

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (3/9/2018), menurut Bloomberg, Rupiah melemah ke posisi Rp 14.815 per Dolar AS.

Bloomberg mengestimasi, hari ini kurs rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.780 hingga Rp 14.845 per Dolar AS.

Posisi kurs rupiah, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) hari ini juga melemah ke posisi Rp 14.840 per Dolar AS dari posisi kemarin Rp 14.767 per Dolar AS.

Rupiah Capai Rp 15.029 per Dolar AS, Ferdinand Hutahaean Pertanyakan Intervensi BI

Dikutip dari Kontan.co.id, rupiah sebelumnya menguat tipis pada pukul 10.05 WIB, yakni 0,24% ke level Rp 14.780 per Dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan, penguatan rupiah kali ini berlangsung secara tiba-tiba.

Sebab, sekitar pukul 09.00 WIB, rupiah masih berada di level Rp 14.845 per Dolar AS.

Dugaannya, penguatan rupiah kali ini didorong oleh faktor teknikal.

Hal ini mengingat rupiah sudah berada di area jenuh beli.

Di sisi lain, indeks dolar belum mengalami pergerakan yang signifikan pada hari ini.

BBM Tidak Naik meski Rupiah Anjlok, Rachland Nashidik: Jelang Pilpres 2019, Jokowi Tak Berani

Indeks dolar menguat 0,13% ke level 95,26.

“Selain itu, ada kemungkinan rupiah menguat karena intervensi yang dilakukan oleh BI,” tambah dia.

Kendati begitu, rupiah masih rentan terpapar sentimen eksternal

Rilis data PMI China di bulan Agustus yang turun menjadi 50,6 berpotensi mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini.

"Dari data tersebut ada kekhawatiran bahwa ekonomi China terancam melambat. Alhasil, nilai ekspor Indonesia ke China berpotensi berkurang," ungkapnya.

Tanggapan Menkeu Sri Mulyani saat Diprotes Anggota DPR soal Rupiah yang Terus Melemah

Akan tetapi, inflasi Indonesia di bulan Agustus yang masih rendah atau di level 3,20% (yoy) dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah di hari ini.

Setidaknya, data tersebut mencerminkan daya beli masyarakat Indonesia tetap terjaga di tengah tren pelemahan rupiah.

Menurut Putu, hingga penutupan nanti rupiah masih akan berada di kisaran Rp 14.750—Rp 14.845 per dolar AS. (TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
RupiahFahri HamzahFadli ZonFerdinand Hutahaean
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved