Mata Uang Peso Alami Krisis, Argentina akan Berhentikan Separuh Kementerian dan Naikkan Pajak
Kebijakan ini dilakukan Macri untuk menunjukkan komitmen Argentina dalam mempercepat pelepasan uang tunai dari rencana bailout senilai 50 miliar $
Penulis: Bobby W
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Krisis keuangan hebat tengah melanda Negara Argentina.
Hal ini terjadi menyusul lemahnya nilai mata uang peso terhadap dolar.
Akibat dari hal ini, pemerintah Argentina melakukan beberapa kebijakan yang dinilai bisa membantu menanggulangi krisis yang terjadi.
Satu dari beberapa kebijakan yang menjadi sorotan adalah pemberhentian separuh dari kementerian yang ada untuk memangkas pengeluaran negara.
Presiden Mauricio Macri mengungkapkan hal tersebut sebagai satu dari serangkaian langkah-langkah penghematan negara.
• Hari Terakhir Jadi Wali Kota, Ridwan Kamil: Selamat Tinggal Warga Kota Bandung
Kebijakan ini juga dilakukan Macri untuk menunjukkan komitmen Argentina dalam mempercepat pelepasan uang tunai dari rencana bailout senilai 50 miliar dolar sebelum bertemu pejabat International Monetary Fund (IMF).
"Saya harus meminta Anda untuk memahami bahwa ini adalah keadaan darurat dan kami membutuhkan dukungan Anda," kata Macri dalam jumpa pers, seperti dikutip TribunWow.com dari CNN Money, pada hari Senin (3/8/2018), waktu setempat.
Selain memberhentikan separuh kementrian yang ada, Macri juga memutuskan untuk menaikkan pajak bagi para eksportir di Argentina.
Guna menanggulangi krisis yang ada, para eksportir di Argentina diharuskan untuk membayar pajak tambahan.
Terkait pergerakan mata uang Peso Argentina sendiri, tahun ini bisa dibilang masa-masa yang mengkhawatirkan.
Banyak investor asing yang mempertanyakan tentang kemampuan pemerintah untuk membayar utangnya.
Karena krisis ini pula, mata uang peso juga telah kehilangan lebih dari 50% nilainya terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
• BEI Bujuk Shopee Go Public, Berharap Masyarakat Tak Cuma Jadi Konsumen, tapi juga Pemilik
Pekan lalu, bank sentral Argentina bahkan telah mengambil langkah dramatis dengan meningkatkan suku bunga dari 45% menjadi 60% dalam upaya untuk menstabilkan peso.
Terkait hutang kepada IMF, hampir 70% dari utang pemerintah Argentina terdata dalam mata uang asing.
Menurut lembaga pemeringkat kredit Moody's, nilai mata uang peso yang jatuh saat ini membuat peerintah Argentina semakin sulit untuk membayar kembali utangnya.
Menilik hal tersebut, maka kebijakan eskrim Macri bisa dikatakan masuk akal sebagai langkah untuk menyelamatkan perekonomian Argentina.
Menteri Keuangan Argentina, Nicolas Dujovne rencananya akan bertemu dengan IMF di Washington pada hari Selasa (4/8/2018) waktu setempat untuk mendorong pemercepatan pembayaran utang dari jangka waktu keuangan yang diatur di awal tahun ini. (TribunWow.com/Bobby Wiratama)