Breaking News:

24 Agustus 2018, Rupiah Kembali Melemah

Rupiah kembali melemah pada Jumat berdasarkan kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) hari ini rupiah juga melemah ke level Rp 14.655 per dollar AS.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Melemahnya rupiah terhadap dolar AS 

TRIBUNWOW.COM - Rupiah kembali melemah pada Jumat (24/8/2018) berdasarkan kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) hari ini rupiah melemah ke level Rp 14.655 per dollar AS.

Dilansir TribunWow.com dari Kontan.co.id, Jumat (24/8/2018) sementara itu rupiah di pasar spot berada dilevel Rp 14.661 per dollar Amerika Serikat (AS).

Ketidakpastian global ini semakin tinggi dikarenakan beberapa faktor.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Divisi Assesmen Makro Ekonomi BI, Fajar Majardi, bahwa faktor pertama yakni sinyal yang menguat bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga setelah rapat Federal Open Market Commite pada Selasa (31/8/2018) hingga Rabu (1/8/2018) kemarin.

Utang Negara Rp 409 T Jatuh Tempo di Tahun 2019, Mardani Ali Sera: Ini Mengkhawatirkan

"Sehingga ketidakpastian ekonomi global ketidakpastian menjadi tinggi-tinggi giginya bahkan meningkat terus dan kalau sudah begitu pasti dollarnya menguat," ungkapnya di forum diskusi dengan wartawan, Jumat (24/8/2018).

Di faktor kedua mengenai perang dagang antara AS dengan China yang semakin panas.

Hal ini karena masing-masing AS dan China menerapkan kebijakan tarif impor sebesar 25% atas produk dari China senilai US$ 16 miliar.

"Ini semakin meningkatkan trade war-nya. Nah ketidakpastian itu semakin tinggi. Nah itu yang lagi-lagi bukan Indonesia saja yg melemah banyak negara juga mengalami," ujar Fajar.

Sebelumnya, setelah Idul Adha Rabu (22/8/2018) rupiah menyentuh posisi buruk sejak Oktober 2015 dengan kurs spot ke Rp 14.638 per dollar Amerika Serikat.

Berawal dari Aksi Nyeleneh Fans, Klub Rusia Ini Mendadak Rilis Jersey Karpet yang Viral

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail Jumat (24/8/2018) mengungkapkan perang dagang AS dan China tersebut memberi pengaruh menguatnya dollar AS tak hanya kepada rupiah namun juga kepada hampir semua uang mata dunia, diwartakan dari Kompas.com Jumat (24/8/2018).

Samuel mengungkapkan pertemuan kedua pihak yakni AS dan China belum menghasilkan keputusan yang berarti.

"Pertemuan kedua belah pihak yang terjadi belum menghasilkan sesuatu yang berarti untuk menyelesaikan permasalahan perang dagang," ujar Samuel.

Hingga setelah pertemuan keduanya, mata uang yuan China semakin terdempet terhadap dollar AS dan kemudian memberi pengaruh negatif ke mata uang rupiah.

Kepentingan Zumi Zola yang Diduga Dibayar pakai Gratifikasi, Jahit Pakaian hingga Beli Ikat Pinggang

"Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran level Rp14.600-Rp14.690 per dollar AS." kata Samuel menambahkan. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Tags:
RupiahDolarMata Uang
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved