Guntur Romli: Ancaman Pilpres 2019 Ternyata Bukan Isu SARA
Menurut Guntur Romli, Isu SARA dan politik indentitas tidak menjadi ancaman dalam Pilpres 2019.
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli ikut mengomentari isu Pilpres 2019.
Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter Mohamad Guntur Romli @GunRomli pada Rabu (15/8/2018), Ia menyatakan bahwa menurutnya ancaman Pilpres 2019 bukanlah isu SARA.
Politik identitas juga tidak menjadi ancaman dalam Pilpres 2019.
Guntur Romli menuliskan, yang menjadi ancaman Pilpres 2019 adalah ancaman berupa uang berkardus-kardus.
@GunRomli: "Ancaman Pilpres 2019 ternyata bukan isu SARA, bukan politik identitas tapi ancaman duit berkardus-kardus."
Rupanya Politisi PSI tersebut menyinggung masalah isu mahar Rp 500 miliar yang diberikan Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS.
Sebelumnya Romli mengomentari postingan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief yang membahas mengenai mahar Rp 500 miliar tersebut.
Koalisi yang disebut-sebut sebagai 'Koalisi Kardus' masih mempeributkan masalah uang Rp 500 miliar.
Guntur Romli berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Polri proaktif untuk menyelidiki kasus tersebut.
Menurutnya, ini adalah sebuah petunjuk ke dugaan pelanggaran, demi politik yang bersih dan demi perjuangan politik anti korupsi.
"Koalisi Kardus masih ribut soal duit 500 M, saya harap @KPK_RI @KPU_ID @bawaslu_RI @DivHumas_Polri proaktif, ini petunjuk ke dugaan pelanggaran.
Ini demi politik yg bersih, demi perjuangan politik anti korupsi," tulis Romli pada Sabtu (11/8/2018).
Guntur Romli juga menyampaikan jika uang Rp 500 miliar telah merusak politik yang bersih.
Menurutnya, harus ada penjelasan mengenai hal tersebut karena menyangkut nama dan partai yang telah disebut secara publik.
Pilpres 2019 harus menjadi kompetisi yang fair dan jauh dari politik uang, seperti yang tertulis pada akun Twitter Guntur Romli pada Jumat (10/8/2018).
@GunRomli: "500 M merusak politik bersih, ini harus jelas, apalagi ada partai2 & nama2 yg sdah disebut scara publik, pilpres 2019 hrus kompetisi yg fair, hrus jauh dr politik uang."
(TribunWow.com/Qurrota Ayun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/guntur_20180608_082957.jpg)