Breaking News:

Pilpres 2019

Laporkan Harta Kekayaan ke KPK, Sandiaga Uno Beri Klarifikasi soal Mahar Politik Rp 500 M

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno datangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Selasa, (14/8/2018), untuk menyerahkan LHKPN.

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Sandiaga Uno - Profil Cawapres 

TRIBUNWOW.COM - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno datangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Selasa, (14/8/2018), untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com Selasa, (14/8/2018), Sandiaga Uno tak sendiri, ia ditemani oleh Mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

"Saya diantar sahabat saya Pak Sudirman akan melaporkan LHKPN dalam rangkaian pencalonan sebagai wakil presiden," ujar Sandiaga saat baru tiba di Gedung KPK.

Usulan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga dari Partai Demokrat

Sandiaga mengaku rutin melaporkan harta kekayaannya kepada KPK, yakni per tiga bulan, sebelumnya, Sandi melaporkan pada Oktober 2017, saat mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

Dalam kunjungannya ke KPK, Sandiaga juga mengklarifikasi kepada Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN KPK, Cahya Hardianto Harefa, mengenai isu mahar dirinya ke PAN dan PKS yang beredar di masyarakat.

Andi Arief Mengaku Diperintah Partai untuk Bicara soal Mahar Politik, Rustam Ibrahim Beri Tanggapan

"Tadi ada pernyataan yang tadi saya sampaikan ke Pak Cahya bahwa saya membantah dan saya menggaris bawahi bahwa tidak benar yang jadi ungkapan di masyarakat selama ini," ujar Sandiaga di Gedung KPK Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Jadi Cawapres Prabowo, Daftar Kekayaan Sandiaga Uno Capai Rp 4,3 Triliun Versi Majalah Globe Asia

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut adanya politik transaksional yang melibatkan Sandiaga, Gerindra, PAN, dan PKS.

Dalam akun Twitternya, Andi Arief menyebut Sandiaga memberikan Rp 500 miliar masing-masing untuk PKS dan PAN, agar mau mencalonkan dirinya sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto.

Namun, hal itu mendapat bantahan baik dari PAN, PKS, maupun Partai Gerindra. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved