Pilpres 2019

Andi Arief: Saya Enggak Mungkin Ditertibkan demi Menutupi Apa yang Fadli Zon Bicarakan

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat kembali singgung perihal polemik isu mahar Rp 500 miliar.

Andi Arief: Saya Enggak Mungkin Ditertibkan demi Menutupi Apa yang Fadli Zon Bicarakan
Kolase TribunWow.com/Tribunnews
Andi Arief dan Fadli Zon 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief, kembali singgung perihal polemik isu mahar Rp 500 miliar.

Awalnya, ia mengomentari sebuah berita yang berisi permintaan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Fadli Zon, kepada Partai Demokrat untuk menertibkan Andi Arief.

Andi kemudian menuliskan bahwa Partai Demokrat tak akan pernah menertibkannya demi menutupi apa yang telah Fadli Zon bicarakan.

Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Transjakarta bagi Jurnalis Asian Games 2018

"Saya gak mungkin ditertibkan hanya karena untuk menutupi apa yang pernah anda bicarakan.

Saya tidak akan meminta aparat hukum menertibkan pejabat negara yang diam dan mendukung yang dilarang UU," tulis Andi Arief.

Cuitan Andi Arief
Cuitan Andi Arief (Twitter @AndiArief__)

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta maaf perihal isu mahar Rp 500 miliar ini.

Wasekjen Partai Demokrat ini juga menuliskan dirinya tidak akan menambah ataupun mengurangi cuitan perihal 'jenderal kardus' dan mahar Rp 500 miliar.

Cuitan Andi Arief
Cuitan Andi Arief (Capture Twitter Andi Arief)

Sammy Simorangkir Dapat Surat dari Ahok, Isinya Pesan untuk Anak Sammy dan Vivi

Ia juga menyebutkan jika orang lain menyerang dan menghujatnya karena hal yang ia sampaikan tersebut, maka Andi Arief tidak akan tinggal diam.

Kemudian sebuah akun netizen @conan_idn juga turut mengomentari hal ini.

@conan_idn: Kalau demokrat tidak tertibkan @AndiArief__ yang merusak barisan #2019GantiPresiden jadi kita bertanya2 dimana Pak @SBYudhoyono. @prabowo @fadlizon ???

Cuitan ini pun dibalas Andi Arief yang menegaskan bahwa meskipun ia mendukung Prabowo Subianto, namun hal tersebut tidak akan menghalanginya untuk memberikan kritikan yang sifatnya membangun.

Khusus Hari Ini! Telkomsel Promo Internet Murah Sambut Kemerdekaan, 25 GB Hanya Rp 100 Ribu

Andi menyebut bahwa yang seharusnya ditertibkan adalah mereka yang sejak awal tidak disiplin dalam menegakkan cita-cita.

"Jadi anda semua lebih memilih pembiaran terjadi ya. Kalau saya memilih critical support. Mendukung itu harus tetap kritis, bukan melakukan pembiaran," tulis @AndiArief__.

"Cara berfikir jangan terbalik, yang ditertibkan itu seharusnya yang sudah tidak disiplin sejak awal dalam menegakkan cita-cita. Masak sih yang ingin semua menjadi baik harus ditertibkan atau diredam," Ianjutnya.

Cuitan Andi Arief
Cuitan Andi Arief (Capture Twitter Andi Arief)

Diberitakan sebelumnya, Andi Arief menuding PAN dan PKS telah mendapat mahar sebesar masing-masing Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno.

Dirinya mengaku mendapat informasi tersebut dari beberapa politisi Partai Gerindra, yakni Fadli Zon, Dasco Ahmad, Prasetyo, dan Fuad Bawazier, pada Rabu (8/8/2018), pukul 16.00 WIB.

Andi Arief menjelaskan bahwa dirinya sengaja menuliskan cuitan tersebut dengan tujuan agar Prabowo mengetahuinya dan bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih cawapres.

Namun ternyata, Prabowo tetap pada pendiriannya memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 dan mengabaikan saran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal ini juga ia tuliskan di akun Twitternya @andiarief__.

Menteri Susi Dapat Kiriman Ikan dari Ganjar, Sudjiwo Tedjo: Lapor KPK Sebelum Makan, Bu!

"Soal Mahar ke PKS dan PAN masing2 500 M ini penjelasan Saya: Sekjen Hinca, Waketum Syarief Hasan dan sekrt Majelis tinggi partai Amir Syamsudin mendapat penjelasan itu langsung dari tim kecil Gerindra Fadli zon, Dasco, Prasetyo dan Fuad Bawazier 8 Agustus 2018 pk 16.00 .

Soal Mahar 500 M masing2 pada PAN dan PKS itu yang membuat malam itu saya mentuit jendral kardus.

Besar harapan saya dan partai Demokrat Prabowo memilih Cawapres lain agar niat baik tidak rusak.

Tanggal 9 Agustus pagi, pertemuan SBY-Prabowo membahas soal bagaimana kembalikan politik yang baik dan terhormat tanpa mahar.

Acara Hitam Putih Dapat Sanksi dari KPI, Deddy Corbuzier Utarakan Protes

SBY usulkan Prabowo cari cawapres lain yang bukan Sandi, bukan AHY, bukan Zul hasan, bukan Salim Al jufri seperti permintaan Zul has agar tokoh netral.

Prabowo tetap tak hiraukan usul SBY soal tokoh netral.

Herannya Zul Has dan Salim Al Jufri juga berubah pendiriannya dari harus figur dari PAN atau PKS atau tokoh netral tiba2 sepakat memilih aetuju Sandi yang juga dari gerindra, ada apa?

Semua sudah terjadi, tapi proses ini pubik harus mengerti," tulis Andi Arief.

Postingan Andi Arief
Postingan Andi Arief (Capture/Twitter)

Politisi Partai Demokrat ini mengaku jika dirinya mendapatkan ancaman dari PAN dan PKS perihal isu mahar Rp 500 miliar ini.

Menurutnya, kedua partai tersebut akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

Oleh sebab itu, dirinya siap menjelaskan kepada publik terkait polemik ini.

Hal ini juga ia sampaikan di Twitternya pada Sabtu (11/8/2018).

Sindir Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Gemuk, Mardani Ali Sera: Kita Sayang Sebenarnya, Kasih Tahu

@AndiArief__: "Saya terpaksa mentuit soal mahar ini karena PAN dan PKS memberi ancaman untuk membawa ke ranah hukum. saya siap dan kesempatan ini menjelaskan pada publik."

Postingan Andi Arief
Postingan Andi Arief (Capture/Twitter)

Diketahui sebelumnya, hubungan antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat memanas akibat polemik ini.

Hal ini disebabkan oleh nama Sandiaga Uno yang tiba-tiba masuk dalam bursa cawapres Prabowo hingga memancing reaksi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Prabowo sebagai 'jenderal kardus'.

Keputusan Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 ini sempat membuat Partai Demokrat membatalkan koalisi dan mengadakan pertemuan darurat pada Jumat (10/8/2018) pagi untuk menentukan sikap selanjutnya.

Dikutip TribunWow dari Breaking News KompasTV, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat EE Mangindaan menegaskan bahwa Partai Demokrat akan mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Bukan Polling di Twitter, Refly Harun Buat Testing The Water di Instagram Pilihan Capres Cawapres

Hal ini berdasarkan pertimbangan survei internal Partai Demokrat.

"Hasil survei internal menunjukkan bahwa 62 persen mendukung Pak Prabowo dan 38 persen mendukung Pak Jokowi.

Atas dasar ini, dan sejumlah pertimbangan-pertimbangan lainnya, Majelis Tinggi Partai Demokrat memutuskan untuk melakukan penjajakan koalisi dengan Bapak Prabowo Subianto.

Said Aqil Siradj Sebut Maruf Amin Harus Mundur dari Jabatannya sebagai Rais Aam PBNU

Setelah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak Pak Prabowo dan Partai Gerindra, serta partai pengusung lainnya maka Majelis Tinggi Partai Demokrat pada sidang pagi hari ini (10/8/2018) memutuskan untuk mengusung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno," tegas EE Mangindaan. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved