Krisis Keuangan Turki, Erdogan Minta Rakyatnya Jual Dolar dan Emas
Penurunan mata uang turki sebesar 18 persen merupakan penurunan terbesar yang dialami Turki sejak krisis keuangan yang terjadi pada tahun 2001.
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Turki sedang berada di ambang krisis keuangan.
Hal ini terjadi lantaran Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melakukan penggandaan tarif impor alumunium dan baja dari Turki.
Dilansir TribunWow.com dari Reuters, Presiden Turki Tayyip Erdogan menyampaikan kapada masyarakat Turki untuk menjual emas dan dolar yang mereka miliki untuk mendukung mata uang negara yang jatuh karena perseteruan dengan Presiden AS, Donald Trump pada Jumat (10/8/2018).
“Jika ada orang yang memiliki dolar atau emas di bawah bantal mereka, mereka harus menukarnya dengan lira di bank-bank kami. Ini adalah pertempuran domestik nasional, ” ujarnya kepada kerumunan di kota timur laut Bayburt.
Mata uang Turki, lira mengalami penurunan sebesar 18 persen pada Jumat (10/8/2018).
• Soal Mahar Rp 500 M Sandiaga, Andi Arief Sebut Pihaknya Dapat Info dari Sejumlah Politisi Gerindra
Penurunan tersebut merupakan penurunan terbesar yang dialami Turki sejak krisis keuangan yang terjadi pada tahun 2001.
Krisis mata uang Turki mulai menimbulkan kecemasan bagi investor global.
Para Investor khawatir dengan prospek ekonomi Turki dan melakukan aksi jual.
Hal ini diperparah dengan kabar memanasnya hubungan diplomatik antara Turki dengan AS.
Total penurunan yang terjadi selama setahun adalah 40 persen.
Hal ini merupakan capaian rekor terendah setelah Trump mengesahkan kenaikan tarif impor dari Turki.
Kenaikan tarif impor dimana tarif bea pada alumunium mencapai 20 persen, sedangkan baja dikenai tarif bea sebesar 50 persen. (TribunWow.com/Qurrota Ayun)
• Orang Terkaya di Indonesia Jadi Atlet Asian Games 2018, Siapa Dia?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/mata-uang-lira_20180811_114331.jpg)