Breaking News:

Pilpres 2019

Reaksi Rachel Maryam usai Andi Arief sebut Prabowo 'Jenderal Kardus'

Artis yang kini terjun ke politik dan menjadi anggota DPR Fraksi Gerindra, Rachel Maryam, turut menanggapi pernyataan politisi Demokrat Andi Arief.

Penulis: Laila N
Editor: Astini Mega Sari
Tribunnews/Jeprima
Selebritis sekaligus politikus Rachel Maryam saat menghadiri acara Diskusi Perfilman dan Ekonomi Kreatif di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017) 

TRIBUNWOW.COM - Artis yang kini terjun ke politik dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Gerindra, Rachel Maryam, turut menanggapi pernyataan politisi Demokrat Andi Arief.

Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter @cumarachel, Kamis (9/8/2018), Rachel Maryam mengatakan jika dirinya terus mendoakan agar Demokrat dan Gerindra masih bersama.

Ia pun menganggap apabila pernyataan yang disampaikan oleh Andi Arief adalah pernyataan personal, sehingga tidak dapat dikatakan mewakili partai.

Oleh karena itu, Rachel Maryam meminta supaya para kader Gerindra tidak reaktif dalam menanggapi pernyataan Andi Arief.

@cumarachel: "Bismillah.. Saya berdoa Insya Allah Gerindra dan Demokrat masih bersama. Pernyataan Andi Arief adalah pernyataan personal, kader Gerindra tidak usah reaktif menanggapinya."

Pernyataan Rachel Maryam pun tampak disukai oleh politisi Demokrat Zara Zettira ZR.

Gus Mus: Tak Usah Bicara Politik Praktis di Kantor NU, Bukan Tempatnya

Postingan Rachel Maryam
Postingan Rachel Maryam (Capture/Twitter)

Sebelumnya, Andi Arief mengunggah sejumlah postingan mengenai 'Jenderal Kardus'.

Dalam cuitannya itu, Andi Arief mengibaratkan ada pengaturan skor dalam Pilpres 2019.

Di mana ada skenario Joko Widodo (Jokowi) calon tunggal atau Prabowo menunjuk calon wakilnya yang lemah.

Andi Arief pun menyebut Prabowo sebegai Jenderal Kardus dan menolak kedatangannya di Kuningan (kediaman Susilo Bambang Yudhoyono/SBY).

Menurut Andi Arief, Partai Demokrat tidak mengalami kecocokan dengan cara Prabowo menentukan cawapresnya.

Ruhut Sitompul: Rumah Sebelah Memanas, Pak SBY Bergabunglah dengan Koalisi Jokowi sebelum Terlambat

"Capres yang takut karena ancaman partai tertentu lalu takluk, pasti kalau teriak anti asing cuma hiasan dibibir.

Operasi pertama adalah Jokowi Calon tunggal.

Jika tidak berhasil maka operasi selanjutnya menunjuk wakil Prabowo yang lemah dengan memanfaatkan kesulitan logistik Prabowo.

Kalau sepakbola namanya pengaturan skor.

Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken.

Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan.

Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi.

Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus.

Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan.

Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS.

Guntur Romli Komentari Tudingan Andi Arief terkait Mahar Cawapres Rp 500 Miliar Sandiaga Uno

Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami,

Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami," tulis Andi Arief.

Postingan Andi Arief
Postingan Andi Arief (Capture/Twitter)

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Andi AriefPrabowo SubiantoPartai GerindraPartai Demokrat
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved