Pasca Gempa, Kegiatan Operasional Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Berjalan Normal

Untuk melayani kebutuhan masyarakat, Bank Indonesia akan memastikan uang rupiah yang tersedia dalam jumlah yang cukup.

Pasca Gempa, Kegiatan Operasional Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Berjalan Normal
Tribunnews.com
Ilustrasi Bank Indonesia 

TRIBUNWOW.COM – Kegiatan operasional Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nisa Tenggara Barat (NTB) baik dalam kegiatan sistem pembayaran (non tunai) maupun kegiatan pengelolaan uang rupiah (tunai) berjalan normal pasca benca gempa yang terjadi pada Minggu (5/8/2018).

Dilansir TribunWow.com dari situs resmi Bank Indonesia www.bi.co.id, sebagai lokasi layanan sementara untuk perbankan, kegiatan pengelolaan uang rupiah khususnya perkasan beroperasi normal di area halaman Kantor Bank Indonesia Provinsi NTB.

Untuk melayani kebutuhan masyarakat, Bank Indonesia akan memastikan uang rupiah yang tersedia dalam jumlah yang cukup.

Bank Indonesia terus melakukan koordinasi dengan perbankan dan lembaga terkait untuk memastikan pelayanan transaksi yang ada di masyarakat berjalan dengan lancar dan aman, serta akan terus memantau perkembangan di wilayah bencana dan melakukan pengkinian informasi yang dibutuhkan.

Fadli Zon Sebut Ustaz Abdul Somad Miliki Tingkat Elektoral yang Melebihi Politisi Parpol

seperti yang diketahui, gempa dengan kekuatan 7,0 Skala Richter (SR) mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB.

Data BMKG menyebutkan, lokasi gempa berada pada 8.37 LS - 116.48 BT atau 18 km Barat Laut LOMBOK TIMUR-NTB dengan kedalaman 15 Km.

Badan Nasional penanggulangan Data Informasi (BNBP) mendata lokasi yang mengalami dampak kerusakan terparah ada di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan kota Mataram.

Gelombang Panas di Eropa, Ribuan Ikan Mati di Sungai

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan hingga Selasa (7/8/2018) korban meninggal dunia terus bertambah menjadi 105 orang, dilansir TribunWow.com dari Kompas.com.

“Sampai dengan siang ini, total 105 orang meninggal dunia, yang terdapat di Kabupaten Lombok Utara 78 Orang, Kabupaten Lombok Barat 16 Orang, Kita Mataram 2 orang, Kabupaten Lombok Timur 2 Orang dan Kota Denpasar 2 Orang,” ujar Satopo pada Selasa (7/8/2018). (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

Ikuti kami di
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Fachri Sakti Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved