Breaking News:

Harga Cengkeh Anjlok hingga 80 Ribu per Kilo

Harga cengkeh saat ini hanya berkisar Rp. 80 ribu/ kilogram, yang semula Rp 105 ribu/Kg.

IST
cengkeh 

TRIBUNWOW.COM – Harga cengkeh anjlok, petani cengkeh di Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan mengeluh.

Diwartakan TribunWow.com dari TribunTimur.com, Selasa (7/8/2018), Harga cengkeh saat ini hanya berkisar Rp. 80 ribu/ kilogram.

Padahal satu bulan yang lalu harga cengkeh di Soppeng pernah mencapai Rp 105 ribu/Kg.

"Harga cengkeh Rp 80 ribu per Kg, apabila dibawa ke kota. Apabila dibeli langsung dipengumpul harganya hanya Rp 70 ribu lebih," ungkap Sartono, salah satu petani cengkeh di Marioriawa.

Ucapan Selamat Ulang Tahun Menyentuh dari Eva Celia untuk Sophia Latjuba

Sementara cengkeh mentah hanya seharga Rp 12 ribu per liter, yang sebelumnya Rp 16 ribu.

"Harga cengkeh turun drastis karena musim hujan, sehingga tidak bisa menjemur cengkeh," tambah Sartono.

Sedangkan beberapa ongkos yang harus dikeluarkan oleh pemilik cengkeh yaitu, gaji pemetik antara Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu/liter.

Film Christoper Robin Dilarang Tayang di Cina karena Meme Winnie the Pooh Dianggap Hina Presiden

Dilansir TribunWow.com dari Kontan.co.id, Senin (5/3/2018), penurunan harga cengkeh yang dikeluhkan petani disebabkan beberapa hal, Sekjen Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) I Ketut Budiman mengatakan, hal tersebut salah satunya dikarenakan kondisi cuaca yang kurang baik.

Menurutnya, serapan cengkih pun sangat bergantung pada produksi rokok. Bila produksi rokok menurun, maka serapan cengkih pun pasti menurun. Apalagi, 93% produksi cengkih ditujukan untuk industri rokok.

Sejak 2016, serapan cengkih sempat berkurang lantaran adanya gerakan anti tembakau atau rokok.

"Gerakan anti tembakau atau rokok yang begitu masif tak dipungkiri sangat berpengaruh pada serapan cengkih," terang I Ketut Budiman.

Batal Boyong Jan Oblak, Chelsea Incar Kiper La Liga Lain untuk Gantikan Thibaut Courtois

Menurunnya harga cengkeh ini turut berpengar pula pada kesejahteraan petani.

Namun, I Ketut bilang, meskipun keuntungan yang diberikan sedikit, tidak banyak petani cengkih yang beralih ke tanaman lain.

Pasalnya, cengkih merupakan tanaman keras yang umurnya bisa ratusan tahun dan tidak membutuhkan perawatan khusus.

Selain itu, petani cengkeh juga bisa memanfaatkan lahan di bawah tanaman cengkehnya untuk menanam tanaman lain. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu azmah)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved