Breaking News:

Jubir PSI: SBY Wariskan Inflasi yang Sangat Tinggi kepada Pak Jokowi Sebesar 8,3 Persen

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, tampak membandingkan laju inflasi antara era SBY dan Jokowi.

Penulis: Laila N
Editor: Claudia Noventa
Twitter @uki23
Dedek Prayudi 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, tampak membandingkan laju inflasi antara era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter@Uki23, yang diunggah, pada Senin (6/7/2018).

Dedek Prayudi mengunggah sejumlah data sebagai penguat pernyataannya.

Awalnya, Dedek Prayudi menganggap apabila ada ketimpangan ekonomi antara si kaya dan si miskin pada era SBY.

@Uki23: *Tahukah kamu?*
Pertumbuhan ekonomi dijaman pemerintahan SBY yang rata-rata 6%an itu adalah pertumbuhan dengan kualitas sangat rendah?

Dijaman SBY justru ketimpangan antara si kaya dan si miskin meningkat paling tajam, Rasio Gini naik dari 0,33 menjadi 0,41. sumber:Bank Dunia.

Ruhut Sitompul: Yang Disampaikan Pak Jokowi pada Relawan Tolong Dengarlah secara Utuh, Itulah Fakta

Dedek Prayudi pun menyebut apabila Indonesia dalam pemerintahan SBY gagal memenuhi target MDGs Goal 5 menurunkan angka kematian ibu (MMR) pada tahun 2015.

@Uki23: *Tahukah kamu?*
SBY gagal total dalam memenuhi target MDGs Goal 5 menurunkan angka kematian ibu (MMR) pada 2015, 346 kematian ibu per 100.000 kelahiran dari yang ditargetkan 110 kematian per 100.000 kelahiran.

Kematian ibu berkorelasi erat dengan ekonomi sang korban. Sumber:BPS.

Dedek Prayudi juga mengatakan apabila para pemerhati lingkungan pada era SBY mempercayai laju deforestasi di Indonesia erat dengan korupsi izin lahan.

@Uki23: *Tahukah kamu?*
Indonesia pernah menjadi negara dengan laju deforestasi tercepat di dunia dijaman pak SBY, terutama disaat Pak Zulkifli Hasan menjabat Menteri Kehutanan.

Environmentalists percaya laju deforestasi di Indonesia erat kaitannya dengan korupsi izin lahan. Sumber: WRI.

Budiman Sudjatmiko: Kalau Saya Dianggap Enggak Tahu Diri Debat dengan AHY, Tsamara Amany juga Bagus

Lebih lanjut, Dedek Prayudi kemudian menyebutkan jika SBY mewariskan tingkat inflasi yang tinggi kepada Jokowi, yakni sebesar 8,3 persen.

Sementara itu, pada era pemerintahan Jokowi, laju inflasi kemudian menurun dan berhasil ditekan hingga berada pada kisaran angka 3,5 persen.

Pertamina Buka Lowongan Besar-besaran, Berikut Cara Daftarnya!

@Uki23: *Tahukah kamu?*
SBY mewariskan tingkat inflasi yang sangat tinggi kepada pak Jokowi (8,3%)? Sejak pak Jokowi menjabat hingga hari ini, inflasi terjaga dikisaran 3,5%.

Itu artinya harga komoditas relatif sangat stabil dan terjangkau dibandingkan jaman pak SBY.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi, meminta agar kepala daerah lebih proaktif dalam upaya menekan laju inflasi.

Hal itu Jokowi tampak melalui akun Instagramnya yang diunggah, pada Jumat (27/7/2018).

Jokowi mengatakan hal tersebut di hadapan ratusan kepala daerah dan perwakilan Bank Indonesia (BI) di Rakornas Pengendalian Inflasi di Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Mardani Ali Sera Beberkan 3 Kriteria Capres dan Cawapres Agar Menang dan Berkah Bangun Indonesia

Dirinya berharap angka inflasi bisa ditekan hingga 1-2 persen.

Diketahui, dalam 3 tahun terakhir, lanju inflasi berada pada kisaran 3 persen.

"Tiga tahun terakhir tingkat inflasi di tingkat pusat dan daerah selalu di bawah empat persen: 3,35 persen pada 2015, 3,02 persen pada 2016, dan 3,61 persen pada 2017.

Ini bisa terjadi berkat sinergi yang baik antara Tim Pengendali Inflasi pusat dan daerah.

Kendati begitu, di hadapan ratusan kepala daerah dan perwakilan Bank Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia yang menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2018 di Jakarta, kemarin, saya tetap berharap inflasi bisa diturunkan lagi hingga menyentuh angka antara 1-2 persen.

Kepala daerah harus lebih proaktif berupaya menekan inflasi yang terjadi di daerahnya.

Contoh, bila inflasi terjadi karena kekurangan pasokan, maka kepala daerah itu harus langsung mengupayakan kelancaran pasokan dengan cara bekerja sama dengan daerah lainnya yang mengalami surplus.

Inilah yang disebut perdagangan antardaerah.

Tahu berasnya kurang, langsung cek provinsi mana yang surplus.

Pengecekan berkala jumlah stok pangan yang tersedia dan berkoordinasi dengan daerah sekitar itu harus dilakukan para kepala daerah untuk menekan angka inflasi.

Dengan begitu, rakyat dapat menikmati harga yang terkendali," tulis Jokowi.

Dikutip dari Kompas.com, keberhasilan pemerintah menekan laju inflasi mendapat apresiasi dari Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Perry berharap, ke depan komitmen dan dukungan akselerasi pembangunan infrastruktur semakin kuat dan optimal.

Ia mengatakan, capaian tersebut tak lepas dari peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan koordinasi yang kuat dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas makro ekonomi.

Reaksi Fahri Hamzah saat Cuitannya yang Mirip dengan Pidato Jokowi Diungkit ke Publik

"Kami apresiasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui inovasi pengendalian inflasi. Keberhasilannya tercatat inflasi makin menurun di 2018," kata Perry.

Perry mengatakan, tantangan pengendalian inflasi ke depan makin berat.

Terutama dari sisi domestik, ketersediaan pasokan pangan perlu menjadi perhatian bersama.

Ia memastikan BI akan mendukung berbagai upaya untuk meningkatkan produksi pangan.

"Sebagai penguatan, BI mendorong kerja sama antar-daerah dan pengembangan sentra produk pertanian," kata Perry.

Sementara, tantangan eksternalnya yakni kenaikan harga minyak dan komoditas pangan global yang berdampak pada kenaikan harga pangan. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Presiden Joko Widodo (Jokowi)Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)InflasiTwitterPartai Solidaritas Indonesia (PSI)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved