Hector Bellerin Ungkap Perbedaan Gaya Melatih Arsene Wenger dan Unai Emery
Pemain Arsenal Hector Bellerin baru-baru ini mengungkapkan perbedaan terbesar dari gaya melatih Arsene Wenger dan Unai Emery.
Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Pemain Arsenal Hector Bellerin baru-baru ini mengungkapkan perbedaan terbesar dari gaya melatih Arsene Wenger dan Unai Emery, dilansir TribunWow.com dari Metro.co.uk.
Diketahui Arsene Wenger memutuskan untuk mundur dari kursi kepelatihan The Gunners pada Mei lalu setelah 22 tahun melatih klub asal London Utara tersebut.

Arsene Wenger kemudian digantikan oleh mantan pelatih Sevilla, Spartak Moscow, dan Paris Saint-Germain, yakni Unai Emery.
Gaya kepelatihan dua pelatih top ini memang terlihat jelas.
• Rumor Kencan dengan Park Min Young Masih Beredar, Park Seo Joon Akhirnya Beri Penjelasan Lengkap
Unai Emery tampaknya memiliki gaya melatih yang lebih agresif dengan lingkungan yang sangat kompetitif.

Hal ini pun diiyakan oleh Hector Bellerin, yang tampak berhati-hati bahwa dirinya lebih cocok dengan gaya kepelatihan Unai Emery.
"Belakangan ini memang banyak hal menjadi berbeda bagi semua orang.
Wenger sudah berada di Arsenal selama 22 tahun, maka tentu saja banyak perbedaan setelah ia mundur.
• Dibandingkan dengan Agnez Mo karena Nyanyikan Theme Song Asian Games, Via Vallen Angkat Bicara
Latihan terasa sangat berbeda, kami berlatih banyak hal yang tak kami pelajari sebelumnya.
Keduanya (Wenger dan Emery) punya filosofi yang berbeda," tutur Bellerin.
Lebih lanjut, pemain asal Spanyol ini menyebut bahwa Wenger adalah pelatih yang lebih membiarkan para pemainnya berimprovisasi di lapangan.
Sementara itu, Unai Emery cenderung lebih taktis dan terorganisir.
• Dianggap Tak Pantas Nyanyikan Theme Song Asian Games, Begini Tanggapan Via Vallen
Menurut Bellerin, semua pemain Arsenal bekerja keras untuk mewujudkan keinginan pelatih ketika berada di lapangan.
"Aku pikir semuanya bermain dengan baik dan sangat senang.
Kami semua bekerja keras sebab kami menginginkan untuk menjadi starter dalam setiap pertandingan,". (TribunWow.com/Maria Novena Cahyaning Tyas)