Pilpres 2019
Teddy Gusnaidi: PKS adalah Kompetitor Demokrat
Teddy menyampaikan bahwa pernyataan SBY terkait 'cawapres' adalah sindiran bagi PKS yang menurut Teddy masih 'ngotot' posisi cawapres.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi membuat analisa terkait hubungan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Dalam kicauan Twitternya, @TeddyGusnaidi menyampaikan bahwa pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait 'cawapres' adalah sindiran bagi PKS yang menurut Teddy masih 'ngotot' posisi cawapres Prabowo dari kubu mereka.
"Statement @SBYudhoyono soal Cawapres kelihatannya menyindir PKS yang masih ngotot cawapres dari mereka.
Mungkin itulah kenapa SBY tidak mengundang PKS bertemu seperti dengan Gerindra dan PAN.
Apakah SBY mau singkirkan PKS dari barisan Prabowo? @PKSejahtera @msi_sohibuliman," kicau Teddy, Kamis (26/7/2018).
• Romahurmuziy: Jika Hari-hari Ini SBY Berubah, Itu Tidak Diharamkan, Politik Itu Dinamis
Dalam tweet selanjutnya, Teddy mengatakan jika PKS merupakan kompetitor Demokrat dalam mendapatkan posisi cawapres.
"PKS mewanti-wanti Gerindra ketika Gerindra akan bertemu dengan Demokrat.
Analisis gue, bagi Demokrat, PKS adalah batu sandungan yg bisa merusak ruang gerak mereka mendapatkan posisi Cawapres ketika mereka TERPAKSA harus berkoalisi dengan Gerindra.
PKS adalah kompetitor Demokrat," ungkap Teddy.
Hingga kini belum ada tanggapan dari pihak Demokrat, PKS maupun Gerindra terkait pernyataan Teddy.
• Sudjiwo Tedjo: Soal Fasilitas Plus-plus di Penjara, yang Aneh adalah Kita Semua
Tak ada pembahasan cawapres
Diketahui sebelumnya dari Kompas.com, usai bertemu dengan Prabowo, SBY mengatakan jika pembahasan soal cawapres tidak dilakukan.
SBY pun mengungkapkan bahwa cawapres bukan harga mati bagi Demokrat.
"Saya keluarkan statement, bagi Demokrat cawapres bukan harga mati, yang penting pasangan capres dan cawapres paling tepat dan paling baik dalam lima tahun ke depan, bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik," ujar SBY dalam jumpa pers usai pertemuan di kediamannya, Selasa (24/7/2018).
SBY mengungkapkan sebuah hal yang logis jika setiap parpol ingin agar salah satu kadernya menjadi capres atau cawapres.
Akan tetapi, dia memastikan Demokrat tidak bersikeras kadernya wajib menjadi cawapres.
Prabowo pun mengakui pertemuannya dengan SBY tak membahas posisi cawapres.
Dia menyebutkan kedua partai sepakat untuk membahas lebih mendalam soal posisi cawapres bagi Prabowo dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya.
"Tidak sama sekali, beliau minta dalam beberapa hari ini, kita mencari nama terbaik," ujar Prabowo.
• Teddy Gusnaidi Tanggapi Putusan MK soal Syarat Maju Jadi Anggota DPD: Aneh dan Ngawur
Sikap PKS terkait statement SBY, 'Cawapres bukan harga mati'
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengapresiasi sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan posisi calon wakil presiden bukan harga mati bagi partainya.
Pernyataan SBY itu menanggapi pertanyaan dari wartawan, apakah SBY punya harga mati untuk menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) sebagai cawapres.
"Tentu diapresiasi ya pendapat dari Partai Demokrat," kata Mardani kepada Kompas.com, Selasa (24/7/2018) malam.
Mardani mengapresiasi pertemuan SBY dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang baru mengumumkan peluang koalisi.
Sebab, hal itu merupakan bagian penjajakan koalisi yang bijak dalam menentukan pasangan capres-cawapres ke depannya.
"Tentu urut-urutannya kan partai-partai ini mengumumkan koalisi, baru kemudian kita membahas bersama-sama nanti, siapa capres-cawapresnya, begitu," kata dia.
Namun, Mardani mengatakan, pihaknya masih terus memperjuangkan sembilan nama capres-cawapres dari internal PKS dalam berbagai pertemuan politik nantinya.
"Kalau PKS sampai saat ini tetap sembilan nama yang diajukan," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, partainya akan terus berupaya meningkatkan komunikasi politik dengan Partai Demokrat, PAN, dan Partai Gerindra.
Selain itu, kata dia, PKS juga terus berkomunikasi dengan ulama.
"Ya tidak cuma dengan Demokrat, partai-partai yang lain tentu akan intensif bertemu. Termasuk jangan dilupakan dengan kelompok ulama dan habib," ucap Mardani. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)