Breaking News:

BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia Terjadi hingga Akhir Juli

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang tinggi laut terjadi pada 26-31 Juli 2018.

Penulis: Vintoko
Editor: Fachri Sakti Nugroho
bmkg.go.id
Peta Prakiraan Gelombang Tinggi BMKG 

TRIBUNWOW.COM - Gelombang tinggi tampaknya masih mengancam perairan Indonesia hingga akhir Juli mendatang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang tinggi laut terjadi pada 26-31 Juli 2018.

Sedangkan, puncak gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi pada 29 Juli 2018.

Kondisi Pos SAR Drini Setelah Diterjang Gelombang 7 Meter hingga Kerusakan di Sejumlah Pantai

BMKG menyebut jika kondisi saat ini masuk periode puncak musim kemarau.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat di pesisir pantai agar terus waspada dengan gelombang tinggi.

Termasuk tidak memaksakan diri untuk melaut atau melakukan aktivitas pelayaran.

Seperti diketahui, gelombang tinggi di perairan Indonesia ini menyebabkan beberapa kerusakan di sejumlah kawasan pantai.

Seperti dikutip dari situs resmi BMKG, kondisi cuaca signifikan ini ditandai dengan berhembusnya massa udara (angin) yang dingin dan kering dari wilayah Australia yang berdampak pada minimnya potensi hujan dan terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian selatan pada periode tersebut.

Kondisi tekanan tinggi yang bertahan di Samudra Hindia (barat Australia) atau disebut dengan istilah Mascarene High yang memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia.

Hal ini disebabkan karena kecepatan angin yang tinggi di sekitar wilayah terjadinya mascarene high di Samudra Hindia (barat Australia) dan terjadinya swell/alun yang dibangkitkan oleh mascarane high menjalar hingga wilayah Perairan Barat Sumatra, Selatan Jawa hingga Pulau Sumba.

Kondisi tersebut juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga berkisar 4.0 - 6.0 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

BNPB: Perkiraan Tinggi Gelombang Laut Capai 4 hingga 6 Meter di Pesisir Selatan DIY

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kenaikan tinggi gelombang.

"Masyarakat diimbau untuk menunda penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda, masyarakat dan kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal-kapal kecil dan tidak memaksakan diri melaut," imbau Dwikorita.

Selain itu dirinya juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan bahaya "Rip Current".

Dwikorita menjelaskan jika 'Rip Current' merupakan arus kuat air yang bergerak menjauh dari pantai sehingga dapat menyapu perenang terkuat sekalipun.

Info BMKG: Akan Terjadi Gerhana Bulan Total pada Tanggal 28 Juli 2018

"BMKG pun berupaya memberikan peringatan bahaya Rip Current kepada masyarakat melalui media sosial," imbuh Dwikorita.

Rip Current sendiri terjadi karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan tinggi hingga lebih 2 m/detik, tergantung kondisi gelombang, pasang surut dan bentuk pantai.

(TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)PantaiGelombang Tinggi
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved