Breaking News:

Soal Freeport, Ferdinand Hutahaean: Tunggu Dua Bulan ke Depan, Ini akan Jadi Batu Besar bagi Jokowi

Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi soal divestasi saham freeport 51 persen oleh pemerintah.

Penulis: Wahyu Ardianti
Editor: Mohamad Yoenus
Kolase/TribunWow-Twitter Ferdinand Hutahean
Jokowi dan Ferdinand Hutahaean. 

TRIBUNWOW.COM - Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi soal divestasi saham freeport 51 persen oleh pemerintah.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @LawanPoLitikJKW yang ia tulis pada Sabtu (14/7/2018).

Ferdinand menilai kejelasan divestasi 51 persen bisa dilihat dua bulan kedepan melalui transaksi akhir Rio Tinto dan Freeport.

Menurutnya, jika dua bulan ke depan gagal melakukan transaksi, elektablitas Joko Widodo (Jokowi) akan tenggelam.

Ia menambahkan Head of Agreement (HoA) tidak mengikat secara hukum dan bisa batal.

"Tunggu 2 bulan kedepan, bila PEMERINTAH tdk final transaction dgn FREEPORT dan RIO TINTO, mk ini akan jd batu besar bg Jokowi dan membawa elektabilitasnya tenggelam kedasar laut.

HoA tdk mengikat secara hukum, bs batal olh hal2 kecil. Kita tunggu progres dr OPINI PREMATURE itu," tulisnya.

Dilansir dari Kompas TV, Pemerintah Indonesia memiliki waktu 60 hari untuk menyediakan uang dan menyelesaikan transaksi pembelian saham Freeport McMoran dengan total senilai 3,85 miliar dollar Amerika Serikat atau setara dengan sekitar 55 trilyun rupiah.

Batas tersebut disepakati dalam perjanjian yang ditandatangani antara Presiden Freeport McMoran, Richard Adkerson dan pemerintah indonesia yang diwakili Menteri Energi Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.

Dana melalui 11 bank pinjaman

Dilansir dari Kontan.co.id, pemerintah diwakili oleh Holding Industri Pertambangan yakni PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan membeli divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) seharga US$ 3,85 miliar dengan dana pinjaman dari 11 bank.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dana untuk pengambilan divestasi saham 51% merupakan pinjaman sindikasi 11 bank baik nasional maupun asing.

Dari dana 3,8 miliar dolar AS itu sebanyak 3,5 miliar dolar AS akan digunakan untuk membeli saham Rio Tinto di PTFI.

Sisanya sebanyak 350 juta dolar AS untuk membeli saham Indocopper di PTFI. (TribunWow.com/Woro Seto)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Drama GoblinPak TarnoGong YooFerdinand HutahaeanFreeportSri Mulyani IndrawatiPT Freeport IndonesiaFreeport McMoran Inc
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved