Piala Dunia 2018
Fahri Hamzah Dukung Kroasia: Karena seperti Ada Gelombang Mengalahkan yang Sudah Mapan
Sementara itu, Fahri Hamzah juga diketahui turut meramaikan hegemoni Piala Dunia 2018. Tim mana yang ia dukung?
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mendukung Kroasia di perhelatan Final Piala Dunia 2018 Rusia, Minggu (15/7/2018).
Diketahui, Kroasia akan berhadapan melawan Perancis di laga pamungkas tersebut.
Prancis berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Belgia.
Sedangkan Kroasia menyusul Perancis di final usai mengalahkan Inggris di semifinal.
• 3 Politisi Senayan Nobar Final Piala Dunia: Kalau Politik Memisahkan, Biar Sepakbola Menyatukan
Sementara itu, Fahri Hamzah juga diketahui turut meramaikan hegemoni Piala Dunia 2018.
Secara terang-terangan, Fahri menyatakan dukungannya kepada Kroasia.
Alasannya, Kroasia dinilai mampu menumbangkan tim yang sudah mapan secara kekuatan tim.
"Aku milih Kroasia karena seperti ada gelombang mengalahkan yg sudah mapan," kicau Fahri Hamzah, Minggu (15/7/2018).
Fahri menebak, Kroasia akan mengalahkan Perancis dengan skor 2-0.
• Kapolda Jawa Barat Pastikan Pelaku Dugaan Bom Panci adalah Anggota JAD Haurgeulis
Diberitakan sebelumnya, pertandingan Final Piala Dunia 2018 akan digelar di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB.
Prancis berhasil lolos ke final setelah mengalahkan Argentina di babak 16 besar, Uruguay di babak 8 besar dan Belgia di semifinal.
Perancis tercatat berhasil melibas perlawanan lawan-lawannya dengan baik selama 90 menit pertandingan.
Kepiawaian Deschamps dalam menerapkan 'counter attack' membuat 'Les Bleus' melaju ke final tanpa kesulitan.
Secara data, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan lawan Perancis di final nanti, yakni Kroasia.
Langkah Kroasia untuk sampai di babak final terbilang cukup terjal.
Pasalnya, sejak babak 16 besar, Luka Modric CS selalu bertanding hingga 'extra time'.
Jelas, hal tersebut membuat para pemain Kroasia lelah secara fisik.
Jika ditotal, sejak babak 16 besar sampai ke final, Kroasia telah bermain selama 360 menit.
Rinciannya adalah sebagai berikut ini:
Babak 16 besar:
Lawan Kroasia di babak 16 besar adalah Denmark.
Dalam pertandingan tersebut, Kroasia dan Denmark terpaksa harus bermain hingga 'extra time' karena pertandingan berlangsung sama kuat dengan skor 1-1.
Tambahan 'extra time' pun tak bisa dioptimalkan oleh kedua tim untuk mencetak gol sehingga pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti.
Kroasia tampil sebagai pemenang pertandingan setelah unggul 3-2 lewat adu penalti.
Kroasia 1-1 Denmark (Mario Mandzukic 4' ; Mathias Jorgensen 1)
Babak 8 besar:
Setelah mengalahkan Denmark, Kroasia harus menghadapi tuan rumah, Rusia.
Lagi-lagi, selama 90 menit pertandingan berakhir imbang dengan skor 1-1.
Babak 'extra time' pun harus kembali dihadapi Kroasia.
Kroasia sempat unggul 2-1 di babak tambahan, namun keunggulan itu hanya bertahan sementara karena Rusia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Mau tak mau, Kroasia dan Rusia harus mengakhiri pertandingan lewat adu penalti.
Beruntung, Kroasia kembali keluar sebagai pemenang setelah unggul 4-3 dalam babak adu penalti.
Rusia 2-2 Kroasia (Denis Cheryshev 31', Mario Fernandes 115' ; Andrej Kramaric 39', Domagoj Vida 100')
Semifinal:
Dua laga yang dijalani dengan 'extra time' membuat publik ragu akan kemampuan fisik para pemain Kroasia.
Namun, semangat juang Modric CS berhasil membungkam keraguan tersebut.
Meski lagi-lagi harus mengakhiri pertandingan dengan 'extra time', namun Kroasia berhasil mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.
Gol kemenangan Kroasia dicetak oleh Mandzukic pada menit ke-109.
Kroasia 2-1 Inggris (Ivan Perisic 68', Mario Mandzukic 109' ; Kieran Trippier 5')
Apakah babak 'extra time' akan tersaji kembali di pertandingan Final malam hari nanti? (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)