Pilkada Serentak 2018

Andi Arief Beri Komentar Terkait Persebaran Hasil Pilkada jika Dihubungkan dengan Koalisi Partai

Mantan staf khusus era SBY, Andi Arief memberikan komentar terkait persebaran hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Andi Arief Beri Komentar Terkait Persebaran Hasil Pilkada jika Dihubungkan dengan Koalisi Partai
Tribunnews
Andi Arief 

TRIBUNWOW.COM - Mantan staf khusus (stafsus) era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief memberikan komentar terkait persebaran hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Komentar tersebut disampaikan Andi melalui akun Twitter, @AndiArief__, Jumat (29/6/2018).

Menurut Andi, jika dilihat persebaran hasil pilkada terutama pilihan gubernur serta dihubungkan dengan fakta politik, maka ada beberapa partai yang opsi koalisinya berpotensi menang.

Andi menyebutkan opsi koalisi antara partai Gerindra-PKS-dan PAN akan berpotensi kalah jika dibanding opsi koalisi Domokrat-Golkar maupun Demokrat-PAN-PKS dan PKB.

"Kalau dilihat persebaran hasil Pilkada langsung terutama Pilgubnya dan dihubungkan dengan fakta politik saat ini, opsi koalisi Pilpres Gerindra-PKS-PAN lebih kecil potensi menangnya dubandingkan Demokrat-Golkar atau Demokrat-PAN-PKS dan {PKB}," tweet Andi Arief.

Tak Percaya Hasil Quick Count, Gerindra Klaim Sudrajat-Syaikhu Menang di Pilgub Jabar

Di tweet sebelumnya, Andi juga memberikan kesimpulan pada hasil pilkada serentak tahun 2015, 2017, dan 2018.

Ia menyebutkan, PDIP sebagai partai berkuasa karena kadernya menang menjadi presiden, saat ini justru terkucil di Jawa dan terusir di Sumatra.

"Secara umum bisa disimpulkan dari hasil pilkada serentak 2015 2017 dan 2018 : sebagai partai berkuasa pemenang pemilu 2014 dan kadernya jadi Presiden, PDIP terkucil di Jawa dan terusir di sumatera," tulis Andi.

Gerindra Klaim Sudrajat-Syaikhu Menang, Inilah Info dari KPU Model C1 dengan Data Masuk 91,27 Persen

Mantan Stafsus SBY ini menambahkan, di Sumatera, Kader PDIP tidak diminati jadi gubernur maupun wakil gubernur.

Sementara, Demokrat kadernya menang di Aceh dan Kepulauan Riau.

Lalu Golkar dan PKB menang di Lampung, PAN di Sumatera Selatan dan Jambi, Nasdem di Sumatera Selatan sedangkan PKS di Sumatera Barat.

"Di Sumatera Kader PDIP tidak diminati jadi Gub/wagub. Demokrat kadernya menang di Aceh dan kepri, Golkar di lampung, PAN di Sumsel dan Jambi, Nasdem disumsel, PKB di lanpung, PKS di sumbar," tweet Andi.

Menurut Andi, jika ukuran kader maupun gubernur dianggap keberhasilan, maka setelah PDIP yang terkucil, saat ini giliran PKS yang akan terusir dari Jawa.

"Kalau ukurannya kader jadi gubernur atau wakil dianggap keberhasilan, setelah PDIP terkucil di Jawa sekarang PKS terusir dari Jawa," tulis Andi.

(Tribunwow/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved