5 Alasan yang Paling Sering Membuat Hubungan Pernikahan Berakhir
Akan tetapi, pada dasarnya perceraian adalah hal yang sangat dihindari dan tidak diinginkan oleh setiap pasangan.
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Dalam suatu hubungan pernikahan, wajar saja bila Moms dan Dads mengalami perselisihan.
Ketika Moms sedang berselisih dengan Dads, seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin agar tidak memicu pada hal yang lebih buruk.
Contohnya yaitu perceraian, karena jika sudah pada titik ini, artinya hubungan pernikahan Moms dan Dads sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Akan tetapi, pada dasarnya perceraian adalah hal yang sangat dihindari dan tidak diinginkan oleh setiap pasangan.
Umumnya perceraian memang diakibatkan karena adanya perselihan antara pihak perempuan dan laki-laki.
Namun, dilansir dari laman popsugar.com, terdapat 5 alasan lain yang paling sering membuat hubungan pernikahan Moms dan Dads berakhir.
Lantas, apa sajakah alasan-alasan tersebut?
Simak berikut ini, Moms.
1. Masalah Mengenai Seks
Menurut Shannon Kalberg, LMFT, seorang terapis pernikahan dan keluarga, bukan rahasia jika pasangan mulai merasa terkutuk dan mulai berbicara tentang perceraian ketika kehidupan seks mereka berubah.
"Seperti ketidakcocokan dalam hubungan seks, mempermalukan pasangan untuk fantasi seksual mereka, dan nilai-nilai negatif lainnya tentang seks dapat menyebabkan perceraian," kata Kalberg.
2. Mencoba untuk 'Memperbaiki' Satu Sama Lain
Seorang pasangan yang selalu berisfat buruk dan merugikan pasangannya, kemudian ia pun selalu berjanji untuk memperbaiki dirinya, hal itu bisa memicu pada perceraian.
Sebab, pada akhirnya janji untuk memperbaiki diri dari sebelumnya hanya sebuah omongan bukan berupa bukti dan itu membuat pasangan menjadi lelah untuk menerimanya.
3. Kurang Komitmen