Pertama Kali Digelar, Pertemuan Pribadi Donald Trump dan Kim Jong Un hanya Didampingi Dua Penerjemah

Pertemuan pribadi yang digelar di Singapura itu merupakan pertemuan yang pertama kalinya bagi Kim Jong Un dan Donald Trump.

Pertama Kali Digelar, Pertemuan Pribadi Donald Trump dan Kim Jong Un hanya Didampingi Dua Penerjemah
Capture video nytimes.com
Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura 

Amerika menginginkan Korea Utara untuk menyerahkan senjata nuklir secara penuh, terverivikasi, dan tidak dapat dikembalikan.

Sedangkan, Kim Jong Un juga ingin menghapus senjata nuklir dari Semenanjung Korea.

Kim juga ingin Korea Utara diakui sebagai salah satu negara 'pemain' di dunia.

Tuai Kontroversi, Yahya Cholil Staquf Hanya Bahas Islam dan Yahudi di Israel, Tonton Videonya!

Selain itu, Kim Jong Un juga berharap agar pertemuan itu bisa meredakan provokasi, kemiskinan, dan isolasi ekstrim yang dialami oleh Korea Utara.

Pertemuan tersebut dapat membuka jalan untuk mengakhiri Perang Korea.

Meski Perang Korea telah berakhir di tahun 1953 dengan gencatan senjata, namun tidak pernah ada perjanjian damai.

Pertemuan puncak itu adalah momen yang paling penting bagi Trump dan Kim.

Selama ini, Kim dan Trump dikenal sebagai sosok pemimpin negara yang kerap mengancam negara lain dengan kehancuran, bukannya perdamaian. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Hestin Nurindah Lestari
Editor: Hestin Nurindah Lestari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved