Tanggapan Grace Natalie, Ketum PSI soal Video Soeharto yang Akan Dilaporkan ke Polisi
GMB menuntut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk meminta maaf atas unggahan video Soeharto.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Organisasi Sayap Partai Berkarya yakni Generasi Muda Berkarya (GMB) menuntut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk meminta maaf atas unggahan video pelanggaran HAM pada masa pemerintahan Soeharto.
Jika tidak segera meminta maaf, GMB akan melaporkan PSI ke Polisi karena terjadi Fitnah.
"Kita akan laporkan PSI karena terjadi fitnah, ada unsur fitnah disitu jadi ada beberapa tuduhan keji untuk menjatuhkan keluarga besar Soeharto. Saya pikir PSI dengan antek-anteknya harus cerdaslah dalam berpolitik," kata Ketua Umum GMB, Raden Andreas Nandiwardhana pada Tribunnews.
Terkait hal tersebut, Ketua Umum PSI, Grace Natalie mempersilahkan jika GMB akan melaporkan partainya.
Menurut Grace tujuan partainya mengunggah video tersebut adalah untuk pendidikan politik.
• PSI Nilai Pertemuan Amien & Prabowo dengan Rizieq Gagal Total, Partai Gerindra: Apakah Jokowi Sudah?
“Jadi, dalam rangka reformasi kami mengingatkan, jangan sampai lupa, jangan sampai terulang kembali,” kata Grace yang dikutip Tribunwow dari website PSI.
Video bertema "Penindasan HAM masa lalu" ini lebih ditujukan kepada generasi milenial yang tidak merasakan hidup orde baru.
Sementara menurut GMB, video yang viral di media sosial tersebut dinilai telah mencemarkan nama baik Soeharto.
Namun, anak Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut tidak mempermasalahkan video yang diunggah PSI ini.
"Partai mau bilang apa saja terserah mereka," ujar Tutut, di rumah Cendana, kediaman Soeharto, Jalan Cendana, Menteng, Jakarta, Senin (4/6/2018).
• Mahfud MD Beberkan Gaji Anggota DPR dari Uang Bulanan hingga 20 Miliar Tiap Tahun
Mbak Tutut (Tribunnews.com)
Menurutnya, video itu justru menunjukkan ketidak percaya dirian pembuat video sebagai partai politik.
"Mungkin itu cara mereka lantaran mereka tidak percaya diri dan tidak yakin. Makanya orang lain yang dijadikan sesuatu untuk disampaikan," ungkapnya.
Ia enggan berkomentar lebih lanjut, dan lebih menyerahkan semua penilaian itu kepada masyarakat Indonesia.
Tutut menilai, masyarakat saat ini sudah cerdas untuk melihat mana yang benar dan mana yang salah. (Tribunwow/Tiffany Marantika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/grace-natalie_20170906_190939.jpg)