Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar Mengaku Keponakannya Pernah Disuap dengan Cek Nominal Unlimited
Sebagai seorang Hakim Agung, Artidjo Alkostar kerap menerima teror dan suap dari para terdakwa kasus yang pernah ditanganinya.
Penulis: Hestin Nurindah Lestari
Editor: Hestin Nurindah Lestari
TRIBUNWOW.COM - Artidjo Alkostar menceritakan pengalamannya selama menjadi Hakim Agung.
Hal itu disampaikannya dalam video yang diunggah channel Youtube Najwa Shihab pada Selasa (5/6/2018).
Dalam video yang bertajuk 'Catatan Najwa Part 2 - Palu Hakim Artidjo: Godaan Suap dan Teror untuk Artidjo Alkostar' itu, Najwa memberikan beberapa pertanyaan yang dirangkum dari komentar netizen.
• Dikenal Sebagai Hakim yang Tak Kenal Takut, Artidjo Alkostar: Saya Terbiasa Pakai Celurit Dulu
Najwa sempat menanyakan suapan yang diterima Artidjo saat menjadi Hakim Agung.
Sebagai seorang hakim, Artidjo kerap menerima tawaran suap dari terdakwa kasus yang ditanganinya.
"Waktu saya masuk (Mahkamah Agung) di tahun 2000, memang ada pengusaha masuk ke ruangan saya.
"Bilangnya begini, 'Pak ini yang lain sudah.' Saya terkejut sekali waktu itu.
"'Ini apa-apaan saudara ini', saya bilang.
"'Saudara ini menghina saya, ya udah sana keluar!' saya bentak waktu itu," kisah Artidjo.
"Yang lain sudah itu maksudnya hakim yang lain sudah begitu maksudnya?" potong Najwa.
"Ya mungkin ya, nggak tau. Pokoknya saya waktu itu sudah terlanjur marah," kata Artidjo.
• Reaksi Mantan Hakim Agung Artidjo saat Najwa Shihab Sebut Nama Koruptor yang Pantas Dihukum Mati
"Yang kedua karena saya tidak bisa dihubungi lalu ada cek yang difotokopi, lalu ditanyakan.
"'Pak Artidjo, nomor rekening Pak Artidjo berapa? Ini cek ini untuk Pak Artidjo.'
"Wah, tambah marah lagi saya," kata Artidjo.
"Berapa Pak nominalnya waktu itu?" tanya Najwa penasaran.
"Saya ndak baca. Kalau saya baca tergiur nanti saya," jawab Artidjo.
Najwa menanggapinya dengan tertawa.
"Saya bilang, 'Dengan surat anda saya merasa terhina. Anda jangan mengulangi lagi. Kalau mengulangi lagi urusannya menjadi lain'," kata Artidjo.
• Pertanyakan Nasionalisme, Khozanah: Setiap Berita Positif Sunyi Senyap Jika Negatif Langsung Ramai
"Yang terakhir, tidak kepada saya. Itu ditujukan kepada keponakan saya di Bondowoso, Jawa Timur. Dijanjikan usaha di Jakarta.
"Kata keponakan saya, tidak ada yang berani di sini. Tidak ada yang berani ngomongin tentang perkara gitu.
"Coba tulis saja berapa maunya di cek ini," cerita Artidjo tentang pengusaha yang berusaha menyuap keponakannya.
"Suruh tulis sendiri (nominalnya)?" sela Najwa.
"Iya berapa maunya Anda, kata pengusaha itu kepada keponakan saya. Unlimited lah pokoknya.
"Tetap keponakan saya bilang, 'tidak ada yang berani di sini. Dan itu tidak pernah dilakukan oleh Artidjo," jelas Artidjo.
"Tidak pernah sama sekali? Jadi tidak pernah tergoda sama sekali Pak Artidjo?" tanya Najwa kembali.
"Iya, saya yakin bahwa uang suap itu tidak berkah ya.
"Itu mesti dilihat dari endingnya itu bisa menyengsarakan yang bersangkutan.
"Bisa kecewa, bisa menyesal.
"Kalau kita lurus dan jujur, itulah potensi untuk bahagia," pesan Artidjo. (*)
• Bantahan Keras Mahfud MD soal Pernyataan Ratna Sarumpaet Membuat Peserta ILC Terdiam
Selengkapnya dapat disaksikan dalam video berikut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/artidjo-alkostar_20180606_100010.jpg)