Breaking News:

Kasus Terorisme

Cara Jokowi dan Tri Rismaharini Melawan Ideologi Terorisme yang Masuk ke Sekolah

Pendekatan soft power dilakukan dengan memperkuat program deradikalisasi kepada mantan napi teroris tapi juga membersihkan di sekolah

Kolase/TribunWow.com/ Instagram
Presiden Jokowi bersama anak-anak 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato mengenai penanggulangan terorisme yang diadakan di kantor presdiden, Jakarta Selasa (22/5/2018).

Jokowi menilai pendekatan hard power yang lebih mengedepankan penggunaan tindakan pencegahan dalam aksi teror lebih dibutuhkan.

"Sedangkan pendekatan soft power dilakukan dengan memperkuat program deradikalisasi kepada mantan napi teroris tapi juga membersihkan di sekolah-sekolah," tulis setkab.go.id yang dikutip Tribunwow.

Jokowi dan Jusuf Kalla dalam Rapat Terbatas Penanggulangan Teroris
Jokowi dan Jusuf Kalla dalam Rapat Terbatas Penanggulangan Teroris (Setkab)

Tindakan melawan ideologi terorisme ini menjadi penting saat melihat serangan bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

Analisa Muhammad Heychael soal Tribunnews Cenderung Tendensius, Kasar, dan Tidak Fair

“Ini menjadi sebuah peringatan kepada kita semuanya, menjadi wake up call betapa keluarga telah menjadi target indoktrinasi ideologi terorisme,” ujar Presiden Jokowi seraya menekankan, bahwa ideologi terorisme telah masuk ke keluarga dan sekolah.

Untuk itu, Jokowi meminta pendekatan hard dan soft power ini dipadukan sehingga bisa menjadi cara untuk melawan ideologi terorisme.

Rapat ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno,dll.

Menurut Pengamat Teroris, Kenekatan Aksi Bom Bunuh Diri Efek dari Kekalahan ISIS di Dunia

Sementara itu anak korban teroris di rusun Wonocolo, Siodarjo mengaku tidak pernah melihat bom yang dirakit oleh bapaknya.

Hal ini ia sampaikan saat Kapolri Tito Karnavian berkunjung bersama Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa (21/5/2018).

Tapi ia sering di berikan ideologi mengenai jihad oleh ayah kandungnya.

Anak tersebut juga memberikan fakta bahwa ayahnya sering ke rumah Dita Oepriyanto, pelaku bom tiga gereja di Surabaya.

Dibilang Jual Agama Biar Nambah Femes, Virgoun: Perempuan Orang Lain Buka Aurat agar Dibayar

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Instagram/trirismaharini)

Sedangkan penanggulangan ideologi teroris ini juga dilakukan oleh Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya.

Pascateror bom di Surabaya, Risma mengirim psikolog dan psikiatri ke sekolah-sekolah untuk menenangkan para siswa di hari pertama masuk sekolah.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para psikolog mengecek kondisi siswa agar tidak ada trauma.

"Tadi pagi sudah ke sekolah, sore tadi kita evaluasi. Ada memang beberapa anak memerlukan pendampingan. Relatif sudah berjalan dengan baik, tapi kita akan dampingi, bukan hanya peranak tapi juga kelas," terang Risma saat berkunjung ke Pakuwon Mal, Senin (21/5/2018). 

 Risma mengaku menurut laporan memang awalnya anak-anak tegang pasca bom, namun sudah mulai cair kembali.

"Beberapa anak yang masih tingkat traumanya tinggi kita akan dampingi secara khusus," kata Risma yang dikutip dari Tribunnews. (Tribunwow/Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
JokowiTerorismeTerorisTri Rismaharini
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved