Breaking News:

Kasus Terorisme

Anak Dita Oepriyanto Pernah Mengirim 'Sinyal' ini Sebelum Meledakkan Bom Gereja Surabaya

Anak pertama Dita yang ikut dalam ledakan tersebut ternyata pernah mengirimkan sinyal melalui akun media sosialnya

ist/sumber kepolisian
Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya 

TRIBUNWOW.COM - Anak pelaku bom Gereja di Surabaya telah dimakamkan oleh Dinsos Sidoarjo pada Minggu (20/5/2018).

Anak pertama Dita yang ikut dalam ledakan tersebut ternyata pernah mengirimkan sinyal melalui akun media sosialnya.

Dilansir dari Kompas.com, Aiman Witjaksono secara eksklusif mendatangi sekolah anak Dita Oepriyanto.

Dari seorang guru, Aiman mendapatkan informasi mengenai akun sosial anak Dita.

Bom Surabaya
Bom Surabaya (KOMPAS.COM)

Murid kelas 11 SMA yang berusia 18 tahun ini sebelumnya tidak ada informasi apapun yang di dapatkan Aiman sampai ia menemukan sebuah foto bernuansa gelap dengan caption "...So Much, Wont Leave It..."

Ketika ditanyakan pada pihak sekolah, guru dari anak tersebut mengatakan bahwa foto itu merupakan foto sekolahnya.

Detik-detik Rem Truk Blong dan Tabrak Sepeda Motor di Bumiayu Brebes Terekam Kamera CCTV

"Itu foto sekolah kami di sini," kata guru tersebut.

Postingan anak Sulung Dita ini dianggap janggal karena ia sedang tidak ada rencana meninggalkan sekolahnya.

Sementara anak Dita baru kelas 11 SMA bukan kelas 12 yang hendak lulus.

Dituduh Sebagai Anak Pengusaha China Singapura, Jokowi: Saya Anak Kampung

Foto yang diunggah tersebut tertanggal 3 Februari 2018.

Ketika meledakkan bom Gereja Surabaya, anak sulung ini bersama adiknya mengendarai sepeda motor dan dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga anak pelaku bom rusunawa dinyatakan selamat dan satu anak di Mapolrestabes Surabaya juga selamat setelah terpental sejauh tiga meter saat bom meledak.

Sementara itu, empat anak pelaku teror yang masih hidup saat ini dirawat secara intensif di RS Bhayangkara.

Kapolri kunjungi anak terduga pelaku ledakan bom rusunawa
Kapolri kunjungi anak terduga pelaku ledakan bom rusunawa (Kolase/TribunWow.com)

Tidak hanya luka-luka di tubuh, kondisi mental mereka juga terguncang.

Mereka juga dijaga super ketat dan tempatnya pun dirahasiakan.

57 Napiter Mako Brimob Dipindahkan Satu Lapas dengan Ustaz Abu Bakar Baasyir di Gunung Sindur

"Saya mendapat informasi dari Kepala Tim Psikolog Kasus Bom Surabaya AKBP Said Rifai, ada anak yang tidak mau makan beberapa hari.

Tim dokter terpaksa menggunakan infus untuk menyuplai makanan kepada sang anak," tulis Aiman.

Kondisi keempat anak pelaku teror bom ini sudah semakin stabil dari hari ke hari meskipun masih memerlukan perawatan trauma karena umurnya yang masih di bawah 10 tahun. (Tribunwow/Tiffany Marantika)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Dita OepriyantoBomBom Gereja SurabayaBom Surabaya
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved