Breaking News:

Bom di Surabaya

Mengharu Biru Pemakaman Evan & Nathan: Dipajang Mainan Kesayangan hingga Pengakuan Teman Sekolah

Suasana haru biru mengiringi prosesi penghormatan terakhir penutupan peti kakak beradik Vicencius Evan dan Nathanael Ethan.

Editor: Fachri Sakti Nugroho
surya/ahmad zaimul haq
Pelayat memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Evan dan Nathan korban ledakan bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya di rumah duka Adi Jasa, Jl Demak, Rabu (16/5). Pemakaman Evan dan Nathan akan dilaksanakan pada Minggu (20/5), di Sukorejo, Jawa Timur. 

TRIBUNWOW.COM - Suasana haru biru mengiringi prosesi penghormatan terakhir penutupan peti kakak beradik Vicencius Evan dan Nathanael Ethan yang menjadi korban bom bunuh diri di Ruang 5 dan 6 Rumah Duka Adi Jasa, Demak, Rabu (16/5/2018).

Rangkaian penghormatan terakhir di buka dengan sambutan keluarga dan doa bersama yang di pimpin para Romo dari berbagai gereja.

Selanjutnya, para keluarga bergantian memberikan wewangian kepada mendiang Evan dan Nathan.

Takmir Masjid Merasa Tersinggung, Risma Langsung Sujud di Depannya Sambil Menangis Minta Maaf

Ratusan pelayat berbaris mengantre dan berkeliling untuk memberikan wewangian dengan menangis sedu sedan.

Setelah itu, mereka berdoa di depan foto mendiang lalu berjalan perlahan menuju tempat duduk dan mengusap air mata.

Rangkaian penghormatan terakhir penutupan peti berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 12.30 WIB.

Warga Sempat Mencurigai Istri Kedua dari Terduga Teroris yang Ditangkap di Dukuh Pakis Surabaya

Barang kesayangan

Rangkaian selanjutnya adalah meletakkan barang kesayangan milik Evan dan Nathan ke dalam peti.

Barang kesayangan Evan tersebut diletakkan oleh keluarga besar. Barang kesayangan tersebut di antaranya, pakaian, buku, sepatu, mainan mobil-mobilan dan tembak-tembakan air.

Weni Angelina terlihat terduduk lemas dan bercucuran air mata di belakang peti mendiang kedua putra kesayangannya.

Selang beberapa menit puncak prosesi penghormatan terakhir yakni penutupan peti.

Air mata Weni yang mengenakan masker biru lebih deras membasahi pipinya. Ini adalah terakhir kalinya Weni melihat wajah sang buah hati.

Weni terlihat tak kuat berdiri dan hampir terjatuh.

Keluarga yang berdiri di sampingnya berusaha menegapkan lagi tubuh Weni yang semakin lemas saat kain putih mulai menutupi setengah dari tubuh mendiang Evan.

Tak sedikit pula para pelayat mengabadikan prosesi ini.

Ruhut Sitompul: Mari Memberantas Terorisme yang Sangat Biadab

Teman-teman Evan

Para teman satu sekolah Evan yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir bernama Aimee Febriani Susetyo mengaku kaget dan sedih saat mendengar kabar duka.

"Saya tidak menyangka waktu itu mendengar kabar Evan telah tiada," kata Aimee.

Ia menceritakan, di sekolah Evan dikenal sosok yang sangat baik hati dan ramah. Evan juga sering kali membantu gurunya.

"Selain guru, Evan selalu membantu temannya yang sedang kesusahan," sambungnya.

Fakta-fakta Teroris Riau: Identitas dan Surat Wasiat Seruan Jihad Kami Akan Terus Memerangi Kalian

Cerdas dan jago Matematika

Aimee melanjutkan, Evan termasuk murid yang cerdas. Ia menyebutkan Evan pintar dalam pelajaran matematika.

"Semoga Evan diterima di sisi Tuhan," doanya.

Teman satu kelas Evan bernama Jefferson Randy membenarkan pernyataan Aimee, bahwa Evan pintar dalam pelajaran matematika.

"Nilai Matematika Evan 100," imbuh Jefferson.

Jefferson mengaku kehilangan Evan, sebab Evan adalah teman bermainnya.

"Kalau di sekolah main zombie-zombiean lalu main game Mobile Legend bareng. Evan anaknya pintar," terangnya.

Inilah Identitas 4 Pelaku Teroris Penyerang Mapolda Riau

Dihadiri  Arist Merdeka Sirait

Turut hadir pula Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Arist Merdeka Sirait, di Rumah Duka Adi Jasa untuk memberikan penghormatan terakhir dan support kepada keluarga Evan dan Nathan.

Setelah memberikan penghormatan terakhir, Arist mengomentari aksi bom bunuh diri yang mengikutserakan anak-anak di bawah umur.

"Ini adalah modus baru yang harus diwaspadai. KPA sudah mengingatkan hal itu dua tahun yang lalu bahwa kelompok radikal yang melibatkan anak ini sudah bangkit," ujar Arist.

Ia melanjutkan, ini bukan masalah doktrin agama lagi melainkan perang terhadap situasi yang ia sebut sudah tidak rasional.

"Paham radikalisme ditanamkan ke anak, jelas itu bertentangan dengan kemanusiaan. Bukan hanya sebagai pelaku, anak-anak ini sudah dikorbankan oleh orang dewasa. Ini diluar akal sehat," ungkapnya.

Ia menjelaskan, KPA akan bertindak tegas dan mengusulkan Perpu Terorisme. Pihaknya akan memberikan pendampingan anak-anak pelaku teroris yang selamat.

"Ini masih dalam sterilasasi. Kami akan coba melobi Polda Jatim terkait pendampingan ini," terangnya.

Arist menyebutkan bentuk dari pendampingan itu ialah dengan memberikan terapi psikososial.

"Di dalam itu kami melakukan program deradikalisasi. Anak itu adalah korban yang terpapar paham radikalisasi orangtuanya" ucap Arist.

Saat ditanya berapa lama akan hilang paham radikalisasi tersebut, Arist mengatakan tergantung keintensan terapi psikososial tersebut.

"Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Evan dan Nathan tidak tahu apa-apa. Turut berduka sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.

Ditemui pula, Romo Romanus Sukamto, perwakilan Romo dari Kongregasi Murid-Murid Tuhan Santo Yusuf CDD, yang juga memimpin doa. Sukamto merasa kehilangan atas kejadian ini.

“Saat ini kami kehilangan saudara dari sahabat yang tak terpikirkan sebelumnya. Kami mohon doa kepada semua orang karena ini sesuatu yang extraordinary,” ungkap Sukamto.

Sukamto menambahkan, rencananya mendiang akan dimakamkan di Sukorejo Malang, sementara pelaksanaannya menunggu keputusan keluarga Evan dan Nathan.

“Kepastian kapannya kami serahkan kepada pihak keluarga besar,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Haru Biru saat Penghormatan Terakhir Tutup Peti Kakak-Adik Vicencius Evan dan Nathanael Ethan

Sumber: Surya
Tags:
Vicencius Evan dan Nathanael EthanBom SurabayaTeroris
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved