Anies Baswedan Bertemu Presiden Turki Erdogan hingga Dapat Julukan, Politisi PPP Angkat Bicara
"Mau rasa Presiden atau rasa Menteri, Anies ya tetap Gubernur DKI Jakarta," tegas Baidowi.
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menilai sebutan 'Gubernur rasa Presiden' yang disematkan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan karena bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai hal yang biasa saja.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut tentunya bentuk dukungan dari pihak yang pro terhadap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu.
"Itu hanya anggapan biasa saja dari mereka yang mendorong Anies jadi Presiden," ujar Baidowi, dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews, Selasa (24/4/2018).
• Pengalaman Tak Terlupakan Anies Baswedan Bersama Presiden Erdogan di Ruang Kecil usai Salat Jumat
Anggota Komisi II DPR RI itu pun menilai sebutan apapun yang disematkan kepada Anies, baik 'Rasa Menteri' maupun 'Rasa Presiden' tidak akan mengubah fakta bahwa Anies merupakan seorang Gubernur saja.
"Mau rasa Presiden atau rasa Menteri, Anies ya tetap Gubernur DKI Jakarta," tegas Baidowi.
Baidowi kemudian kembali menekankan, pertemuan Anies dan orang nomor satu di Turki itu sebagai hal yang biasa.
"Ketemu Erdogan merupakan hal biasa saja," kata Baidowi.
• Anies Baswedan Mengaku Mendadak dapat Undangan dari Menteri Dalam Negeri Maroko
Sebelumnya, Anies secara tidak sengaja bertemu Erdogan di Masjid Ayyub Al Anshari (Eyup Sultan), Istanbul Turki pada Jumat (20/4/2018).
Para pengamat dan politisi pun berlomba menyampaikan pendapat mereka dan menilai makna dari pertemuan tersebut.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mau Rasa Presiden atau Rasa Menteri, Anies ya Tetap Gubernur DKI Jakarta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/anies-baswedan-saat-melakukan-kunjungan-ke-turki_20180421_213501.jpg)