Breaking News:

Abu Janda Sindir Gerakan Tagar di Medsos: Lawan Prestasi Itu Berat, Gak Akan Kuat, Pakai Tagar Saja

Permadi Arya alias Abu Janda membuat kicauan yang menyindir gerakan tagar di media sosial, Rabu (18/4/2018).

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Facebook
Ustad Abu Janda al-Boliwudi 

TRIBUNWOW.COM - Permadi Arya alias Abu Janda membuat kicauan yang menyindir gerakan tagar di media sosial, Rabu (18/4/2018).

Dalam kicauan tersebut, Permadi mengungkapkan beberapa prestasi yang dibuat oleh pemerintahan era Jokowi selama ini.

Antara lain adalah, harga BBM di Papua normal, blok minyak kembali menjadi milik RI, freport bertekuk lutut, laut China Selatan menjadi Laut Natuna, membangun tol terpanjang, listrik masuk ke daerah terpencil, dan berkurangnya angka kemiskinan.

Singgung Kaum Sensi, Permadi: yang Fiksi Bukan Kitab Suci, yang Fiksi Mungkin Aksi Bela Islamnya

Menurut Permadi, prestasi tersebut berat untuk dilawan.

Maka dari itu, imbuh Permadi, melawannya menggunakan tagar saja.

"Petral dibubarin, BBM di Papua normal, blok minyak milik RI lagi, Freeport tekuk lutut, laut cina jd laut natuna, bangun tol terpanjang dlm sejarah, listrik & jalan masuk ke daerah tertinggal, rakyat miskin makin brkurang, Lawan Prestasi itu Berat, Gak akan kuat, pakai tagar saja," kicau Permadi.

Jokowi Disamakan dengan Almarhum Gus Dur, Ratna Sarumpaet: Jangan Sekali-kali Menyamakan, Beda Jauh

Diketahui sebelumnya, gerakan tagar muncul dari kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saat itu Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengenakan gelang hitam bertulis #2019GantiPresiden ketika tampil di panggung Indonesia Lawyers Club (ILC).

Tagar itu kemudian menjadi viral dan diperbincangkan di dunia maya.

Presiden PKS, Sohibul Imam, menjelaskan bahwa gerakan #2019GantiPresiden itu merupakan turunan dari keputusan PKS menginginkan ada calon presiden lain disamping calon presiden petahana.

"Itu sebetulnya turunan dari keputusan PKS. PKS menginginkan selain incumbent, ada calon lain. Itu bukan suatu kejahatan," tutur Sohibul, ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Kamis (12/4/2018).

Harapannya, dari gerakan itu muncul calon presiden non petahana yang sesuai keinginan publik.

"Kalau kita berhasil memunculkan satu calon, kan tujuannya menang. Kalau menang berarti ganti presiden. Nah dia supaya gampang 'ganti presiden'. Alhamdulillah, ya mengamini," katanya. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Tags:
Permadi AryaTwitter#2019GantiPresiden
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved