Denny Siregar Sebut Ada Luka di Hati Jokowi saat Kunjungi Papua
Denny Siregar menuliskan catatan soal penilaian Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang Papua.
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Denny Siregar menuliskan catatan soal penilaian Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang Papua.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Facebooknya Denny Siregar yang ia tuliskan pada Jumat (13/4/2018).
Diketahui, Jokowi beserta Iriana mengunjungi sejumlah daerah di Papua.
Presiden yang datang bersama Ibu Negara Irianamenginap di Kota Jayapura. Kamis (12/4/2018).
Keesokan hari, Jokowi akan melanjutkan kunjungan kerja meninjau jembatan Holtekamp di atas Teluk Youtefa.
• Kedatanganya di Pemalang Disambut Warga hingga Terdengar Suara Tangisan, Reaksi SBY Jadi Sorotan
Jembatan sepanjang 732 meter tersebut menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami.
Dengan adanya jembatan ini, waktu tempuh dari dan ke dua daerah itu menjadi terpangkas dari yang semula 2,5 jam menjadi 1 jam saja.
Setelah meninjau jembatan, Presiden juga mengunjungi Kabupaten Asmat.
Di sana, Presiden memastikan penanganan pascakejadian luar biasa campak dan gizi buruk di kabupaten tersebut.
Presiden Jokowi juga mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.
Kedatangannya di Papua itu membuat Denny Siregar menceritakan arti Papua di mata Presiden Jokowi.
Seperti ini keterangan yang ditulis Denny Siregar:
"JOKOWI, BAPAK PAPUA..
Seberapa penting Papua bagi Jokowi ?
Saya pernah bertemu beliau sekali. Di sudut ruang saya berdiri, mengamati pembicaraan ketika ia baru saja pulang dari Papua dan berbicara dengan beberapa tokoh yang kita kenal di media.
Wajahnya tampak lelah luar biasa. Matanya berkaca. Bukan karena perjalanan ternyata, tetapi ada luka yang ia simpan jauh di lubuk hatinya.
• Rachland Nashidik: Profesor Asal Perancis Kecewa Rocky Gerung Tolak Beasiswa Doktor
"Kalian tahu.. ?" Katanya membuka pembicaraan. Rahangnya terkatup geram. Semua terdiam mendengarkan setiap baris katanya. "Di Papua ada sebuah desa dimana untuk ke Puskesmas saja orang harus berjalan empat hari lamanya.."
Kami semua terdiam. Sesak. Merasa bersalah. Membayangkan begitu nyamannya kami setiap hari di Jakarta. Semua ada. Bahkan untuk sekedar transportasi, kami tinggal bermain jari di gadget, kendaraan akan datang dalam beberapa menit saja.
Beberapa desa di Papua bahkan jauh dari yang namanya peradaban. Ketika kota besar merayakan malam tahun baru dengan pancaran cahaya gegap gempita, banyak desa disana yang gelap gulita.
Kita merdeka sudah 72 tahun lamanya, tetapi Papua masih saja seperti masa dimana negeri ini masih terjajah.
Ada luka dihati Jokowi ketika melihat kenyataan yang ada langsung terhampar didepan mata. Luka itu bagai irisan belati ditaburi cuka, perih menghadapi "sila keadilan so
• Sempat Berbeda Pendapat, Mahfud MD Beberkan Hubungannya dengan Yusril Ihza Mahendra
sial" yang tidak berlaku untuk Papua.
Sampai sekarang, sudah 9 kali Jokowi kesana. Melihat langsung pembangunan infrastruktur mulai jalan sampai listrik yang ia kucurkan dengan nilai triliunan rupiah. Ia memaksa Pertamina mengurangi keuntungan perusahaan untuk membangun bbm satu harga. "Papua adalah bagian dari kita. Mereka berhak mendapat hak yang sama.." Katanya.
Melihat foto dirinya merangkul dua anak Papua ditangannya, Jokowi seakan ingin berkata kepada mereka. "Nak, maafkan kami yang dulu sudah mengabaikanmu. Ijinkan kami membangun wilayahmu. Ketika kalian besar nanti, jangan lupakan tanah kalian sendiri.."
Jokowi tidak mencurahkan rasa pedihnya dengan hanya berkata, atau membuat curhatan di media sosial sebagai pencitraan saja. Ia diam dan bekerja, setahap demi setahap, membangun Papua.
• Ratna Sarumpaet: Kasih Presiden Fakta yang Sebenarnya, jangan Asal Papa Senang, Terus Hoax
Seharusnya kita semua mengangkat secangkir kopi untuknya. Dan memberinya penghormatan bahwa dialah sejatinya bapak orang Papua..
Bapak Jokowi, secangkir kopi untukmu..
Dariku. Anak bangsa yang bangga."
(TribunWow.com/Woro Seto)
• Sindir Kualitas Dede Budhyarto, Andi Arief: Orang Ini Kurang Baca Buku