Breaking News:

Pasang Tagar #SavePKS Fahri Hamzah Beberkan Kisah Tangisnya Pasca Dipecat dari PKS

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali berkicau di media sosial menyoal polemik yang terjadi di tubuh Partai Keadilan Sosial (PKS).

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali berkicau di media sosial menyoal polemik yang terjadi di tubuh Partai Keadilan Sosial (PKS).

Kicauan Fahri tersebut ditandai dengan tagar #SavePKS di tiap unggahannya.

Dalam kicauannya, politisi yang di masa mudanya dikenal sebagai aktivis ini mengisahkan tentang kesedihannya mendengar gelombang pemecatan di tubuh PKS yang tidak didasarkan oleh proses organisasi.

Dianggap Lupa Akan Takdir, Fahri Hamzah: Saya Kritik Juga Atas Kehendak Tuhan

Menurut Fahri pemecatan di tubuh PKS merupakan emosi dari pimpinan partai.

Hal itulah yang dirasa oleh Fahri terjadi pada kisah pemecatannya.

Namun ternyata, menurut Fahri tak hanya dirinya yang bernasib sama di PKS.

Fahri menyebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Sumatera Selatan, Ustaz Erza Saladin telah diganti secara sepihak tanpa penjelasan oleh DPP PKS.

Selain mengalami nasib yang sama, Fahri juga menceritakan bahwa Ezra Saladin dan beberapa kader sempat menemui Fahri di Palembang ketika Fahri dipecat dari PKS pada hari itu.

Ezra juga merupakan orang pertama yang menawarkan tabayun (klarifikasi) saat Fahri dipecat PKS.

Pertemuan antara Fahri dan Ezra kala itu digambarkan oleh Fahri sebagai pertemuan yang penuh keharuan.

Terbawa suasana, Fahri pun meneteskan airmatanya saat itu.

Tanggapi Omongan Sandiaga Uno, Fahri Hamzah: Mantap Pak Wagub, Maju Terus

Menyoal pemecatan Ezra, Fahri menilai jika pimpinan partai tidak bisa membedakan mana aturan dan mana keinginan pimpinan.

Bahkan menurut Fahri, keputusan pimpinan selalu bersifat final dan kader hanya bisa mentaatinya.

Karena itulah Fahri merasa sedih dan berharap PKS diselamatkan.

Berikut ini kicauan lengkap Fahri dari Twitter resmi miliknya.

Beredar Video Prabowo Gunakan Kemeja Kotak-kotak dan Puji Jokowi-Ahok, Fahri Hamzah: Something Wrong

Saya sedih mendengar gelombang pemecatan dan pergantian dalam tubuh PKS yang tidak didasarkan oleh proses organisasi tetapi melayani emosi pimpinan...itulah yang terjadi pada saya...#SavePKS

Terakhir terdengar banyak di pulau Sumatera...dan yang paling akhir adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Sumatera Selatan Ustadz Erza Saladin yang saya kenal baik sejak lama. Orang yangsantun, baik, giat dan penuh dedikasi. Beliau dicintai dan dihormati kader. #SavePKS

Tiba2 Tanpa penjelasan, tanpa proses pendahuluan, beliau diganti secara sepihak oleh DPP (SK Presiden PKS Shohibul Iman) kepada orang lain yang kurang dikenal aktif di lingkungan DPW PKS Sumsel. Tapi itulah, selalu ketaatan diruntut dan kebenaran diabaikan. #SavePKS

Saya punya kisah dengan Ustadz Erza dan DPW sumsel bukan karena mertua saya berasal dari Sekayu, Muba, Sumsel tapi malam itu pada hari saya dipecat bertepatan dengan jadwal kunjungan kerja ke Palembang. Beliau dan banyak kader ingin berjumpa. #SavePKS

Beliaulah orang pertama yang menawarkan tabayun, suatu tradisi dalam agama apabila ada berita simpang siur maka bertemulah untuk saling klarifikasi. Kami bertemu dalam suasana duka, kami berpelukan satu persatu penuh keharuan. #SavePKS

Ruangan malam itu hening, saya diminta bicara apa yang terjadi. Dan saya ceritakan apa adanya, “Perbedaan pendapat yang berakhir pemecatan”. Tangis pecah, akhwat yang hadir malam menumpahkan rasa. Saya pun ikut terharu dan meneteskan airmata. #SavePKS

Saya mendengar satu kalimat yang saya tidak bisa lupa malam itu, ini datang dari seorang ibu, “kalau kader seperti Akh Fahri Hamzah tidak bisa dipertahankan oleh partai ini, maka kader semacam apa yang diinginkan?”. Kalimat itu diucap dengan nada lirih. Saya merekam. #SavePKS

Demikiankah, akhirnya DPW Sumsel bergetar, DPP datang dengan keputusan dan kader disuruh datang dengan #tsiqohdantaat tidak boleh ada pertanyaan dan keputusan pimpinan selalu bersifat final. #SavePKS

Kejadian terakhir di sumsel ini sudah merupakan puncak dari peristiwa yang sudah lama terjadi. Dan intinya. Pemimpin kalau sudah ada mau kader harus mencari alasan dan mentaatinya. Aturan disusun belakangan yang penting keputusan harus diamankan. #SavePKS

Seperti pak Erza, kalau bertanya, “apa salah saya”. Akan dijawab bahwa “tidak ada salah, bahkan antum adalah kader terbaik”. Demikianlah, aturan tidak ada yang adalah adalah keputusan pimpinan. Itu saja! #SavePKS

Saya juga demikian. Saya bertanya, apa salah saya? Dijawab, “antum adalah kader terbaik”. Tapi 2 bulan setelah itu saya dipecat dari seluruh jenjang kader. Alasan dicari kemudian, persidangan direkayasa. Itu yang dibuktikan PN Jakarta selatan dan PT DKI. #SavePKS

Jadi, ini ada masalah karena pimpinan tidak bisa membedakan mana aturan dan mana keinginan pimpinan. Semua menjadi satu #tsiqohdantaat saja kepada pimpinan maka pasti aman. Soal aturan itu gampang diatur belakangan. Ada banyak contoh. #SavePKS

Bahkan kalau mengadili kader juga dasarnya cuman #tsiqohdantaat pada pimpinan. Intinya pimpinan adalah aturan itu sendiri dan pimpinan adalah institusi itu sendiri. Sungguh ini konsep yang fatal dan salah serta tidak bIsa diterima. #SavePKS

Sejak awal pengurus ini datang dengan mentalitas kepemimpinan yang salah. Misalnya sikapnya kepada ustadz @anismatta yang ambigu sampai sekarang. Kita juga Gak tahu kenapa orang sukses seperti AM diganti. Tapi jawaban yang kita dengan cuman satu, “AM #tsiqohdantaat!”.

Setelah itu ruang gerak AM Dibatasi. Kalau pergi ke daerah dan kader meluapkan rindu terbuka justru dipersoalkan. Malah sekarang banyak yang Ditegur dan diganti secara sepihak seperti Erza karena bertemu atau mengundang AM Caramah diam2. #SavePKS

Rasanya, kepemimpinan PKS sekarang semakin jauh dari jalur dan cita2 partai dakwah yang mengutamakan cinta dan persaudaraan. Sekarang semua didekati dengan kekuasaan dan permusuhan. Partai diatur hanya memakai jurus #tsiqohdantaat dan hanya itu. #SavePKS

Sekali lagi, sedih melihat justru semakin mendekati pemilu malah PKS semakin keluar dari jalur solidaritas. Semoga segera berakhir dan PKS diselamatkan. Amin. #SavePKS

(TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Tags:
Fahri HamzahPartai Keadilan Sejahtera (PKS)TwitterErza Saladin
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved