Dibangun di Lubang Bekas Tambang, Biaya Pembangunan Hotel Bintang 5 ini Fantastis
Sebuah hotel mewah saat ini sedang dibangun di sebuah lubang tanah bekas tambang yang telah ditinggalkan.
Penulis: Ekarista Rahmawati Putri
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
TRIBUNWOW.COM - Sebuah hotel mewah saat ini sedang dibangun di sebuah lubang tanah bekas tambang yang telah ditinggalkan.
Lubang sedalam 80 meter (262 kaki) tersebut berada di Distrik Songjiang Shanghai.
Saat ini meski masih proses penyelesaian namun terlihat mirip dengan konsepnya, seperti dilansir TribunWow dari Nextshark.
The Shimao Wonderland InterContinental Quarry Hotel ini telah dibangun selama lebih dari enam tahun, menurut Shanghaiist.
BACA JUGA: Sepatu Motif Pokemon Lagi Booming Banget di Korea, Kamu Tertarik?
Tim yang terdiri dari 5.000 arsitek, insinyur, perancang dan pekerja bekerja sama membangun hotel mewah yang memiliki 380 kamar ini.

Dikabarkan hotel ini akan dibangun dengan 19 lantai, dua lantainya akan berada di bawah air.
Pemilik berharap ada sekitar 500.000 pengunjung setiap tahunnya.

Sheshan Shimao Quarry Hotel memperkirakan biaya total pembangunan lebih dari 1 miliar yuan (Rp 2,2 triliun).

Hotel mewah ini menawarkan fasilitas lengkap seperti restoran bawah laut, kegiatan olahraga ekstrim seperti panjat tebing dan cable sliding, dan semua fasilitas yang ditemukan di setiap bintang lima hotel.
Belum ada tanggal resmi kapan hotel mewah ini akan dibuka.

Tetapi Kepala Arsitek Chen Xiaxiang dan timnya, bersama dengan Atkins (perusahaan yang membangun hotel Burj Al Arab di Dubai), berharap untuk menyelesaikannya pada tahun 2018.
BACA JUGA: Kenapa Orang Jawa Banyak yang Memiliki Nama Su? Ternyata Ada Makna Filosofi di Baliknya
Negara ini memang sangat ambisius dalam pembangunan jadi tak heran untuk membangun hotel ini hanya dibutuhkan waktu beberapa tahun.

Efisiensi negara dalam membangun infrastruktur tidak mengejutkan, karena sebelumnya 1.500 pekerja berhasil membangun Stasiun Kereta Api Nanlong di Longyan, Provinsi Fujian, China tenggara.
Pekerjaan itu dilakukan hanya dalam sembilan jam pada 19 Januari. (TribunWow/Ekarista R.P)