Breaking News:

Berkat Panel Surya yang Terjangkau dari China, Masyarakat Australia Kini Swadaya Energi Listrik

Masyarakat telah berhasil memanfaatkan tenaga surya untuk mencukupi kebutuhan listrik hariannya.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
INTERNET
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya 

TRIBUNWOW.COM - Masyarakat di Australia telah berhasil memanfaatkan tenaga surya untuk mencukupi kebutuhan listrik hariannya.

Dari catatan pemerintah, ada 3,5 juta panel surya yang dipasang di atap-atap rumah pada tahun 2017.

Dari jumlah tersebut, diketahui bahwa rata-rata 10 ribu panel surya dipasang tiap harinya.

Angka tersebut tercatat meningkat 41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Populer: Wakanda, Kota Berteknologi Paling Maju di Marvel Cinematic Universe

Masyarakat berbondong-bondong memasang panel surya di rumah mereka setelah perusahaan China menjual panel solar yang harganya jauh lebih murah.

Selain itu, meningkatnya tarif dasar listrik juga menjadi penyebab masyarakat beralih ke tenaga surya.

Saat ini satu dari lima rumah tangga di Australia dapat menghemat uang dari tagihan listrik dengan 'menjual kembali' daya listrik mereka yang tak terpakai.

Tony Wood, direktur program energi dari Grattan Institute mengatakan alasan yang mendorong kuat bagi warga untuk mengadopsi panel solar adalah "karena mereka ingin berhemat".

Tapi, meski industri solar sedang bekembang pesat, Tony memperingatkan akan adanya tantangan yang akan dihadapi.

"Kita akan menuju satu titik dimana jumlah energi yang diproduksi di siang hari akan sangat banyak hingga mulai berdampak pada stabilitas jaringan listrik."

"Jadi apa yang kita lakukan dengan listrik yang tidak kita butuhkan di siang hari?"

Populer: Dengan Teknologi Ini, Layar Pecah Bisa Kembali Mulus secara Otomatis!

Tony mengatakan akan ada masanya disaat terlalu banyak listrik untuk dikonsumsi, sehingga nilainya akan berkurang.

Hal ini akan menjadi masalah bagi orang-orang yang dibayar untuk memproduksi listrik tenaga surya.

Tony tidak dapat memprediksi pasti kapan waktunya akan tiba, tapi ia mengatakan ini akan menjadi akhir dari era tenaga listrik yang dihasilkan panel surya.

"Pemerintah yang sudah senang dengan mendukung tenaga surya mulai berpikir, membayar listrik di siang hari saat kita tak membutuhkannya sebenarnya adalah hal yang tidak efisien, mungkin kita harus menghentikannya," ujarnya.

"Jadi kita perlu mencari jalan keluar dan mungkin kemungkinan satu-satunya adalah menggunakan persediaan baterai."

Populer: Review Samsung Galaxy A8, A8 + yang Berteknologi Tinggi

Saat dikombinasikan dengan unit baterai di rumah-rumah, listrik dari tenaga surya yang dikumpulkan di siang hari bisa disimpan dan digunakan di pagi dan malam hari.

Sekitar 20 ribu baterai rumah sudah dipasang di Australia tahun lalu, dimana jumlah ini tiga kali lipat dibanding di tahun 2016, tapi masih dibawah panel surya.

Direktur eksekutif dari Clean Energy Council, Kane Thornton mengatakan di sejumlah negara, baterai surya sudah bisa menutup biayanya sendiri.

"Baterai berada sedikit di belakang tenaga surya, jadi jelas sekali harga surya telah turun secara dramatis dalam 10 tahun terakhir," ujarnya.

"Dan sekarang kita benar-benar baru memulai gunakan teknologi baterai."

"Jadi dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat 1,8 juta rumah dengan panel surya mempertimbangkan teknologi baterai, karena biaya dan secara ekonomi akan membuat lebih baik," pungkasnya. (*)

Tags:
ListrikPanel SuryaMatahari
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved